China, Aku datang...
Siapa sangka seorang pemuda aneh yang tak pernah beruntung ini berhasil menginjakkan kaki di negeri tirai bambu. (Setelah ku fikir-fikir, bambu di desaku lebih banyak daripada di China. Tapi kenapa gak dinamakan desa Tirai Bambu ya?) SKIP please, ini pemikiran orang jomblo, jadi suka aneh. ^_^
Awal perjalanan ini diwarnai dengan sebuah ketidak beruntungan.
Tebakan jitu saudara-saudara. Kalian cocok menjadi penjudi togel.
#ngawur, korelasinya apaan?
Semua proposal kena denied. gak dapet sepeserpun dari pemerintah NTB.
Ingin kubakar rumah si pemimpin muda yang konon sering berkoar-koar dalam pidatonya tentang mengapresiasi pemuda yang berprestasi.
Pun juga, ingin kutinju muka si pemimpin di Kabupatenku atas sulitnya birokrasi bertemu DIA. Tak ada artinya pidato anda tentang membangun daerah. Pun, hal sepele tentang birokrasi tak mampu anda benahi.
Namun, terima kasih banyak kepada para staf KEMENPORA yang telah membuat program Pertukaran Pemuda Indonesia China. Kalian adalah pahlawanku. (oalah, jangan lebai donk)
Walau semua biaya perjalanan ditanggung Kemenpora. Awalnya sempat was-was, maklum uang dikantong hanya 200rb. Jumlah itupun harus dikurangi sejumlah 75rb untuk membayar pembelian baju seragam dan beberapa atribut pribadi yang dipesan ke ketua kelompok Fia. eits,,, hampir lupa, bayar airport tax 25rb di lombok. Hitung sendiri aja sisanya berapa.
*Sumpah, pengen nyekek orang di DIKPORA NTB juga. Bikin malu sama daerah lain aja.
"Emang bisa beli apa dengan uang segitu..?"
"kamu nanya?"
"iya"
"beli hatiku aja" hehehehehe
Kalo di awal sempat waswas, nah sebelum keberangkatan sempat Jantung hampir copot. Karena tak ada di dalam SOP Panitia akan memberikan uang saku.
Jreng Jreng....
Uang yang ditunggu pun tiba. Hari itu berasa melihat orang DIKPORA sebagai orang suci yang baik hatinya.
Rp. 1 juta
"1 juta doank"
"iya"
"kafilah MTQ kabupatenku aja dapet 3 juta uang saku saat lomba di Provinsi per orang"
"wakili negara, cuma dikasi 1 juta?"
"mau gimana lagi donk bro, Indonesia kan lagi banyak utang luar negeri, jadi kudu ngirit mungkin"
----
Trust me, selama di China peserta yang lain keluar masuk toko souvenir-lah, toko baju-lah, toko sepatu-lah.
Eits,,, aku juga gak kalah, semua toko yang kawan-kawan lain masuk, aku juga masuk.
Cuma bedanya, mereka keluar bawa belanjaan. Aku keluar bawa tangan kosong bersamaan dengan pandangan sinis si pemilik toko. Gak berani belanja bro, harganya mahal-mahal
Tenang, uang masih AMAN.
---
Selama 10 hari di China, Rupanya imanku tergoda juga untuk membelanjakan semua uang Yuan dari Panitia. LUDES semua untuk membeli souvenir, pemirsa.
Walaupun cuma dapat 4-5 belanjaan. Cukup senanglah bisa membeli sesuatu dari China.
Lalu, bagaima kisah si duit 100ribu-an yang tersisa....?
Akhir kata, dia pun terkorbankan, untuk membayar airport tax Soetta.
Pengen cerita tentang serunya petualangan di China. Tapi kan gak ada korelasinya dengan judul. Takut dimarahi sama pak Taufik Guru bahasa Indonesia pas jaman SMA.
"judul harus menginterpretasikan isi sebuah karangan" begitu katanya.
[Wassalam]
Wow... ketemu panda juga gak???
BalasHapus(temen Lulu pakai blog Lulu)
saya nyari poh si kungfu panda gak ketemu... hahahaha
Hapushaha...i love it a lot!
BalasHapusterima kasih udah dibaca
Hapus