Jumat, 29 Agustus 2014

Catatan Sebelum Tidur (tentang kalah)


Sungguh, Kalah adalah kalah. Tak peduli karena dicurangi, ditusuk dari belakang, dihianati di Saat terakhir. Kalah tetaplah kalah.

Karena hidup ini adalah peperangan. Bertahanlah, tetap jujur, bermartabat, elegan. Biarkan Yang Maha Melihat yg menentukan.

Berteriak Karena merasa dicurangi hanya dilakukan pengecut, looser.

Orang lain mengalahkanmu dengan cara tak elegan,
sabarlah.
Cari dia di battlefield yg lain, kalahkan dia dengan elegan.

Tak perlu ikut menjadi setan jika melawan setan.

Sungguh, kemenangan yg hakiki adalah Saat rasa kejujuran
tak mampu tergadaikan hanya Karena ingin Menang.

*catatan sebelum tidur

Senin, 11 Agustus 2014

Bahagia itu saat kita saling berbagi

Beberapa waktu yang lalu gue menonoton sebuah film. Kalo boleh jujur film itu sedikit merubah cara pandang gue terhadap hidup ini. 

Tebak ayo...!!!

apanya yang mau ditebak bang, clue-nya gak ada sama sekali.

hahahahaha, sorry sorry...!!!
gue yang bego ato elu yang bego ya???

****
yups, ini gue ceritain deh biar otak elu gak keriting kelamaan mikir.
Filmnya berjudul Into The Wild,

Menurut gue cerita film ini sangat tidak biasa. Katanya diangkat dari kisah nyata Christopher Alexander MacCandleS. Memilih meninggalkan semua materi yang dia miliki untuk mengejar sebuah ketenangan dan mencari sebuah kebahagiaan. Dia merubah namanya menjadi Alexander SuperTramp.

Meninggalkan rumah, keluarga, harta, demi cita-cita untuk bisa tinggal di Alaska. Kembali ke jaman batu, no money, no girl and no materi. Katanya "karir itu diciptakan pada abad 20" jadi buat apa mengejarnya. Sungguh cara fikir yang tak biasa.

Mungkin kita akan berkata, "ah, bego elu, udah gila lu". Tapi kalimat itu bisa dimentahkan dengan mudah, mengingat Alex adalah lulusan terbaik, nilai selalu A, tabungan banyak, orang tua sukses kaya raya. Mungkin saja, karir udah meaningless baginya.

Nah,,, kebetulan banget teman gua bikin status di Facebook, "Bahagia itu saat kita saling berbagi". Pas banget, di dalam film itu, si Alexander menulis kalimat itu sebagai kesimpulan sebelum dia meninggal.

Sontak gue berfikir, jangan-jangan teman gue udah pernah tinggal di Alaska selama 2 tahun terus menemukan kesimpulan itu. KAGUM GUE.
Atau jangan-jangan dialah yang menemukan jasad Alex dan membaca catatannya. Sungguh, teman gue luar biasa.

hehehehehe, hebatkan proses berfikir gue.

"uang membuat kita terlalu berhati-hati" begitu kata Alex ketika ditanya mengapa dia meninggalkan hidupnya yang banyak diidamkan orang.

Tidak sepenuhnya benar, memang uang bukan segalanya atau uang gak bisa dibawa mati. Tapi gak ada uang rasanya mau mati.

Itu kalimat tetangga gue.

Alek membakar semua ID Card, ATM, uang, meninggalakan mobilnya untuk hidup di alam liar.
Sontak gue berfikir tentang hidup gue dan orang kebanyakan sekarang ini, tentang dunia maya, facebook, twitter dan saudara-saudaranya justru membuat kita anti sosial. Kita terus mengejar materi dan berharap bisa bahagia setelahnya. Tapi justru seperti analogi meminum air laut, semakin banyak kita minum semakin hauslah kita.

Kita tak lagi banyak menghabiskan banyak waktu berkualitas bersama dengan kelurga dan orang-orang yang kita sayangi.

Ngomong opo iki.... Melenceng oy...

Biarin...

*****

Beberapa pengalaman Alex dari film ini membuat gue gak bisa tidur, sumpah. Misalnya Alex bertemu dengan seorang perempuan yang bernama Tracy, diperankan oleh calon isteri masa depan gue Kristen Stewart. *ngarep sampe mati.
Sama-sama suka, tak mau melampaui batas dan merusak rasa cinta mereka. Laki banget tu cowok.

Pengalaman selama dua tahunpun tidak kalah menarik, bertemu dengan banyak orang yang baik dan hebat. Beberapa orang yang telah menemukan kebahagian mereka.

Namun apalah daya, nasib Alex udah digariskan Tuhan. Meninggal karena salah memakan tumbuhan beracun yang dia kira akar kentang. TRAGIS 

Padahal gue udah ngarep banget dia akan kembali bertemu dengan Tracy dan semua sahabat yang dia temui selama perjalanan. Tapi apalah daya, seperti petikakan lagu melayu, "jodoh tiada".

*****

Gue coba simpulkan dengan cara berbeda film ini, karena yang membuat resensi udah banyak. Ini film dari tahun 2007. Kalo salah, tolong cubit gue. hehehehe

Kita tak perlu mengalami perjalanan panjang selama dua tahun seperti yang Alex lakukan demi menemukan sebuah kebahagian. Kita bisa belajar dari pengalamannya. Belajar dari pengalaman orang lain adalah pelajaran yang GRATIS. Kita tak perlu melewati rintangan seperti yang orang itu lakukan.

Akhir kata, sayangi orang yang ada di sekitar kita, teruslah berbagi. Sayangi apa yang kita miliki, kita akan tahu rasanya kehilangan setelah itu tak lagi ada bersama kita.

|end|

Sabtu, 09 Agustus 2014

Surat Untuk Adikku

Akhirnya masa yang ditunggu akan segera tiba.

Apa itu bang? Avatar mengalahkan raja api ozai?

itu biasa.

jadi kawin sama Nabila JKT48?

'SKIP, itu gak mungkin,,, "_"

Naruto jadi kawin sama Hinata?

itu pasti

lalu apa yang tak biasa itu?

Adikku akan wisuda...!! *guling2 sambil teriak-teriak.

Jyah, gue kira apaan, nyantai aja bang, ada ribuan mahasiswa yang wisuda tahun ini jadi itu bukan hal yang spesial.

Iya... karena itu gak spesial makanya gue agak ragu dia akan melewatinya sebagai hal yang spesial.

#baiklah lupakan perbincangan singkat dengan mahluk abstrak barusan. Kembali ke topik.

*****

Surat untuk Adikku

Dek, sungguh kakakmu ini telah mengkopi sempurna sifat pendiam ibu kita. Tapi jangan salah mengerti tentang diamku. Sifat tegas babak kitapun telah terkopi dengan lebih sempurna.

Jadi dengarkan nasehat kakakmu ini.

Sungguh tak mungkin mengatakan ini langsung kepadamu, jadi kupilih cara yang tak biasa ini. MENULIS

Kakakmu tahu, wisuda adalah moment yang sangat indah bagi seorang mahasiswa. Itu terlihat seperti titik akhir sebuah perjuangan panjang bergelut dengan lembaran-lembaran yang berisi ide dan gagasan milikmu sendiri.

Keberhasilan mengalahkan pembimbing kasar dengan kumis tebal seperti Gatot Kaca sayang gak bisa terbang. Itu juga adalah salah satu puncak keberhasilan.

Tapi, kakakmu mohon jangan terbuai dengan keadaan, itu adalah awal, kau harus melangkah menjejaki kehidupan sebenarnya. Berlarilah, jangan ragu. Berlarilah sekuat tenaga hari ini agar besok bisa menghela nafas untuk berlari kembali.

Janganlah gugup, kakakmu tahu, ada ribuan atau mungkin jutaan lelaki muda sepertimu yang gugup menghadapi kenyataan bangsa kita INDONESIA. Lowongan pekerjaan yang tak banyak, pun itu juga harus diperebutkan oleh banyak orang yang siap melakukan segala hal untuk mendapatkannya.

Cobalah untuk tetap jujur dalam menjalani hidup ini. Kemenangan yang hakiki adalah saat kejujuran tak mampu tergadaikan karena ingin menang.

Kakakmu bahagia, tapi bagian lain dari hati ini remuk redam, kau akan merasakan apa yang aku rasakan dulu. GUGUP

Dek, anak lelaki itu harus punya tulang punggung yang lebih kuat. Kita tak pernah tahu kapan tulang punggung bapak kita akan melemah. Jika itu terjadi segeralah untuk menopangnya.

Dek, aku mahfum sekali.
Seorang lelaki yang kuat, telah diwisuda. Namun masih meminta uang kepada orang tua. Sungguh hina sekali lelaki itu.
Jika kau tak tersinggung dengan perkataan ini. Maka itu adalah sebuah masalah. TERSINGGUNGlah, karena tak ada neraka yang lebih panas dari hati seorang lelaki yang tersinggung.

Kelilingi dunia ini, temukan wisdommu sendiri, saat itu, temui aku. Sebut aku sesukamu. Bahkan jika kau menyebutku seorang pembual busuk, sungguh aku rela. Karena saat itu adalah saat kau berhasil mengalahkanku. Saat itulah aku MENANG.

Terakhir
Dek, kau tak tahu rasanya menjadi anak pertama. Anak pertama lahir dan tumbuh bersama dengan peluh keringat dan darah orang tua kita membangun hidup. Jangan salahkan aku mengapa aku begitu kaku, jarang tersenyum.

Aku tak akan meminta maaf
Selama ini telah menjadi kakak yang jahat.
Aku faham sekali apa yang telah aku lakukan. Kau punya masalah, aku diamkan. Percalah, itu caraku untuk mendidikmu. Belajarah menyelesaikan apa yang kau mulai, selesaikan masalahmu sendiri jangan pernah meminta belas kasihan kepada orang lain.

Sungguh, tak apalah aku menjadi setan di matamu. Asal karena itu kau menjadi lelaki yang lebih dewasa dan bermartabat.

Jepang, 10 Agustus 2014