Minggu, 29 November 2015

Menabung Rindu


Surat untuk lelaki yg insya Allah akan jadi Imamku dan Ayah dari anak-anakku

Dari ribuan manusia yg berbahagia
Aku salah satunya
Dari ribuan alasan manusia lain berbahagia
Kamulah salah satunya

Tuhan menjadikanmu arah untukku mengenal diri
Menjadi tempat pulangku
Menjadi rumah dan menemani pulasku

Kau yang memilih lelah untuk membuatku bahagia
Kau yang memilih terluka dan senantiasa berkata 'semuanya baik2 saja'

Menemukan hati senyaman ini
Menemukan riuh rindu yang meluap sepanjang hari
Bulir-bulir bening tak perlu lagi melihat duniaku

Cukup suaramu tertawa
Seakan memaafkan waktu
Aku pun harus begitu

Ribuan mil dari ragamu
Aku memilih menunggu
Ketika kamu pernah berkata 'jangan kemana2'

Hanya do'a yg bisa ku kirimkan setiap harinya
Berbahagialah
Sepertinya halnya aku yg senantiasa bersyukur telah bertemu kamu
I U

#EW

*****


Aihhhh, siapa sangka si Sipit pandai bersajak. Sampai malu aku dibuatnya dengan kalimat-kalimat ini. Bisa jadi, kau lebih berbakat dariku dalam urusan merangkai kata. Jangan kemana-mana, tetap di situ. Seperti janjiku dalam kalimat sederhana semalam. Menunggulah, sungguh tak merugi orang yang menunggu, faham benar dengan hakikatnya dan tak menerabas batas.

to be continued...

Minggu, 15 November 2015

Pagi (sebuah elegi)

Pagi ini, sejak kemarin malah, banyak orang mengungah foto "pray for paris", DP facebook yang diubah dengan warna warni. Entahlah apa maksudnya. Mungkin semacam pernyataan sedih atau berbela sungkawa atas tragedi yang terjadi.

Segala hal kemudian menjadi menarik. Karena tragedi ini kemudian banyak dibanding-bandingkan dengan tragedi di Palestina. Sama-sama tragedi kemanusian, namun Tragedi di Palestina atau Afganistan  misalnya tidak mendapat banyak perhatian dari masyarakat Eropa. Itu bedanya.

Kemudian perbandingan ini semakin menjurus lebih jauh ke arah terorisme. Banyak yang kemudian menyesalkan, mengapa media melekatkan kata "terorisme" seolah-olah itu adalah milik Islam?

Okey. Mari kita buka sedikit jendela berfikir kita untuk melihat masalah ini dengan sebuah kalimat "selalu ada orang brengsek di berbagai agama". Entahlah, susah mencara kalimat yang lebih halus.

Adalah hal aneh, melekatkan kata "terorisme" kepada Islam hanya karena kelakuan beberapa orang brengsek yang mengatas namakan agama.

Saya tidak akan ikut latah membandingkan jika agama lain juga terkadang melakukan tindakan teror atau tragedi kemanusiaan. Karena membandingakan dua hal buruk, tidak akan membuat salah satunya menjadi benar.

Daripada sedih atau berbelasungkawa, ada baiknya kita marah. Marah kepada segala bentuk tragedi kemanusiaan yang terjadi di seluruh belahan dunia. Marah tanpa melihat apa agama mereka, tapi karena teror yang dilakukan sebagai manusia.

Pun juga ISIS, perang Irak, Palestina, Afganistan terlalu "luas" untuk diterka dengan secuil pemahaman kita dengan berbagai teori konspirasi.

Kemudian tudingan mengarah kepada Amerika, negara Barat, Israel yang menabuh genderang, menonton orang-orang brengsek tadi menari-nari dalam irama kematian. Ini adalah semacam cara untuk mencari simpati Masyarakat barat untuk kemudian menggunakan uang pajak mereka berperang di Syiria dan Iran nantinya.

Kita harus muak dengan berbagai konspirasi tingkat tinggi yang disuguhkan di depan mata. Namun tak benar-benar kita fahami. Entahlah, memahami teori konspirasi tingkat tinggi ini amatlah memusingkan.

Contoh konspirasi lain, para mujahidin yang berjihad dengan versi mereka tak benar-benar serius berjihad. Jika serius, mereka akan mati-matian di Palestina atau Afganistan. Bukan di tempat-tempat kaya minyak semacam Irak, atau Syiria.

Sekali lagi
Saya sedih, berbelasungkawa, tapi saya lebih muak.

...SKIP

Mari membahas hal lain yang lebih menenangkan, elegi lain di pagi ini. Tarik nafas, hembuskan. Buka PLAYLIST, arahkan kursor ke lagu Payung teduh -Untuk perempuan yang sedang dalam pelukan. MAINKAN dan mari bernyanyi.

*****

Untukmu, perempuan yang (semoga bisa) ada dalam pelukan.

Pagi ini, bayangan tentang pernikahan menyeruak begitu saja. Seperti mountain rain yang datang di pagi cerah. Bersama dengan teduh dan kemurniannya yang menenangkan. Setelah berlalu, dia membawa semua resah, enyah.

Tentang perempuan yang mau memakai namaku di belakang namanya. Cantiknya nomer dua di dunia, kalah sedikit dengan Pevita Pierce. Namun segera menjadi nomer satu kala ia tersenyum. Perempuan yang memanggilku dengan kata "Abang". Perempuan dengat tekad yang kuat seperti baja, liat seperti tembaga. Namun meneduhkan seperti senja.

Pagi menjadi lebih berseri dengan segelas kopi darinya. Kuminum pelan sembari memperhatikan tiga anak berlarian di depan rumah lantai kayu dengan halaman luas. Sesekali si nomer dua usil menggoda si bungsu yang membuatnya menangis. Kemudian si Sulung menasehati agar jangan pernah membuat perempuan menangis. Si nomer dua meminta maaf dan mereka bermain kembali.

Di halaman yang luas itu ada 3 pohon besar dengan ketinggian berbeda. Itu semacam prasasti, ibunya ingin menanam satu pohon yang bisa berumur ratusan tahun ketika seorang anak lahir. Awalnya aku menggoda, dan dia diam hingga berhari-hari. Kutakatan, menanam pohon kelapa atau mangga mungkin lebih baik. Dia tak setuju dan mencakarku dengan diam. Kejam.

Di sebelah kanan rumah ada garasi kecil, tempat aku membuat beberapa karya dari kayu. Hasil dari belajar keras kepada tukang Amin. Beberapa peralatan masih tergeletak tak dibereskan. Begitupun sisa serutan kayu bertebaran di lantai. Aku janjikan akan membuat dapur baru untuknya.

Niatku melanjutkan kerjaan pagi ini, namun segelas kopi dan senyum si pujaan hati dengan perut buncit yang akan melahirkan si nomer 4 adalah dua kombinasi moment dengan nilai tinggi. Membuat lelaki manapun di dunia ini enggan untuk beranjak.

Imajinasi ini kemudian semakin jauh membawaku dalam lamunan.

Tentang taman yang kudesain sendiri. Sang pujaan hati menanam bunga. Di sampingnya kubuatkan kebun, kutanam berbagai sayuran karena kami berdua penyuka sayuran.

Tentang perempuan yang mungkin sekali-kali akan marah dan menghukumku dalam diam karena perilaku genitku, sehingga pagi berangkat kerja tanpa sarapan. Atau tidur di luar rumah.

Dan di malam hari sebelum gelap mengambil alih dunia dalam hening. Kutatap matanya dengan tanya "apakah engkau bahagia hidup denganku?"

Dia diam dan membalas dengan senyum terbaiknya. Kuartikan "AKU BAHAGIA".

Kawan, bayangan pernikahan, keluarga dan rumah sanggat menenangkan. Bagaimana jika benar terjadi?
Aihhh, membayangkan saja sungguh menenangkan, apalagii jika menjadi nyata.

(dibuat novel bagus kali ya)
ENTAHLAH


Senin, 02 November 2015

Nge-bully Senpai (sebuah persembahan)

dari kiri : Anjas, Dwi, Susi
Apa yang bisa dilakukan seorang junior tanpa senior?
Jawabnnya "tidak ada"

Entahlah
Sejak masa pelatihan, ingin kutinju wajah seorang senior yang mengucapkan kalimat itu. Kalimat yang mengindikasikan seolah kita tak akan bisa melakukan apapun tanpa "mereka". Kalimat "menjijikan" yang waktu itu menurutku terlalu didewakan dan terlalu dipaksakan untuk kita amini.

Kemudian hari berganti dan gue mulai menyadari bahwa kalimat itu benar adanya. Bukan kalimat "kosong" yang didewakan tanpa benar-benar memiliki makna. Bukan "dogma" yang dipaksakan untuk ditelan walau kita tak begitu mengerti artinya. Ya, kalimat itu benar adanya.

18 bulan sudah gue di Jepang, mengais rejeki di negeri orang sebagai tukang Las. Sebuah pekerjaan yang menurut orang Jepang berada pada tingkatan tertinggi keahlian lapangan yang harus dimiliki. (ini kalimat Senpai, gue mah percaya aja). Sungguh, dengan beratnya pergantian musim, pekerjaan dan kehidupan kerja di Jepang, harus gue akui bahwa keberadaan seorang senior sangatlah penting.

Tanpa mereka, entahlah, mungkin kita hanyala orang kikuk yang terasing oleh zaman. Tanpa mereka, entah bagaimana caranya kita bertahan. Dan sebagai lelaki harus gue akui, keberadaan senior sungguh sangat penting. Mereka adalah jangkar dalam permainan American footbal, atau pemain tengah dalam sebuah tim bola. Mereka adalah segalanya.

Bahasan berat
Nangis di pojokan,,, hehehe

***

Anyway
Gue punya 3 ekor senior yang hari ini masih bertahan, tinggal mengitung hari menuju hari kepulangan ke Indonesia karena masa bakti (red : pertarungan) di Jepang hampir berakhir. Tulisan singkat ini adalah sebuah persembahan untuk mereka. Semoga persaudaraan ini akan abadi selamanya dan tak ada yang akan saling melupakan.

Kalo gue punya hutang tolong diingetin. Kalo Senpai ngerasa punya hutang, tolong jangan samapi ditagih. hohoho

Anjas Saputra

Senior yang baru gue kenal sekitar 1 tahun lalu. Sebelumnya bekerja di cabang lain perusahaan di kota Ota. Berkulit putih, tinggi dan berat badan proporsional. Jenis lelaki yang bisa membuat perempuan teriak histeris (dianggap maling jemuran). Konon menurut "news bird", dia masih bergaris keturunan dengan prajurit China yang dibawa oleh Laksama Cheng ho waktu mendarat di Semarang. Entahlah.

Jenis lelaki loyal dan sayang keluarga. Sangat mudah tersentuh jika berbicara tentang keluarga. Tentang kakaknya yang tidak sabar menikah padahal dia ingin berada di acara itu. Tentang ibunya, perempuan terbaik yang pernah dia miliki. Matanya selalu berkaca-kaca jika membahas keluarga.

Satu hal yang aku fahami, bahwa lelaki loyal cenderung pendendam menurut beberapa teori psikologi. Entahlah.

Aku pernah berkata kepadanya mengutip kalimat Yohanes Saputra yang wajahnya tak pernah ku kenal. Kubilang; hasil adalah bagaimana kita memperlakukan keadaan.

Kulanjutkan teoriku, kita boleh saja diprogram yang sama, jenis pekerjaan sama, waktu yg sama dan bahkan mendapat perlakuan yang sama. Tapi hasil yang akan kita peroleh setelah 3 tahun belum tentu sama. Tergantung bagaimana kita memberikan perlakuan terhadap keadaan yang kita hadapi.

Entahlah, dia takzim mendengar, dan tak kufahami artinya. Bisa saja dia berkata "bocah ini banyak sekali teorinya"

Super sekali...

hihihi

Dwi

Ini senior yang harus bertanggung jawab terhadap banyaknya tindakan nekat. Karena pertama kali gue mengenal istilah "tiket multi akiba" dari dia. Walaupun kemudian dia berkilah tak pernah mengajarkan hal buruk itu. 

Hey... belajarkan kan juga bisa dari melihat...

Senpai pertama yang membawa gue jalan ke Tokyo dan mentraktir makan di Sukiya. Harga yang cukup mahal waktu itu untuk kantong orang Indonesia. Walau sekarang akhirnya gue sadari, SUKIYA adalah makanan kelas warteg di Indonesia. hehe

Arigato

Jenis lelaki yang mudah "melebur" dengan keadaan. Mimik muka yang dibentuk sedemikian rupa, ekspresi "antusias" yang tentahlah mungkin saja dibuat-buat. Anyway, orang ini pendengar yang baik. Kadang kita berdebat tentang bagaimana cara mencari pasangan hidup, tentang sosial politik, apa saja yang penting bisa diperdebatkan.

Terakhir kami berdebat soal haram atau tidaknya rokok. Entahlah, dia selalu bertahan dengan argumen "banyak ustadz yang merokok". Dan gue bertahan dengan argumen "rokok haram karena menyebabakan banyak penyakit".

Anyway, sampai sekarang masih ngerokok.


Susi

Nama lengkap Susianto entah kenapa bisa bertransformansi menjadi Susi. Nama panggilan yang aneh untuk seorang lelaki dengan kulit yang lumayan eksotis. Akibat dari terlalu banyak diasapi oleh mesin las dan debu Grinda. hehe

Jenis lelaki yang tak banyak bicara. dan jenis lelaki seperti ini bisanya adalah adalah orang yang bijak. Entahlah bedanya terlalu tipis antara bijak dengan "tak tahu harus bicara apa". Karena orang bijak selalu tahu kapan harus bicara, bagiku senior yang satu ini cukup bijak.

Pacarnya memanggil dia TOYIP karena 3 kali puasa dan 3 kali lebaran ngak pulang-pulang. Tapi syukurlah "skype"an tetap berjalan. Jadi, rindu masihlah tersampaikan.

Senpai yang dengan gagah menemani petualangan ke Osaka dan Kyoto selama libur musim panas kemarin. Seharian di kereta, hampir bermalam depan stasiun karena ngak tahu harus bermalam dimana. Menjadi pahlawan di detik-detik terakhir karena temannya mau memberikan tumpangan untuk satu malam.

Berdebat soal jalur bis ke Kinkaku-ji yang akhirnya membuat kami berkenalan dengan seorang Ibu-ibu dari Korea. Niat hati biar bisa kenalan dengan anaknya, tapi karena tak cukup keberanian yang terkumpul. Jadilah sepanjang perjalanan bicara dengan emak-emak. hehe

***

Satu hal yang pasti, posisi  DAISENPAI (senior paling tinggi) akan berpindah ke Uzumaki Anggriawan ini. hohoho

Terlau banyak hal baik yang dilalui bersama, sehingga akan menjadi sulit mengatakan SELAMAT TINGGAL. dan semoga tulisan sederhana ini bisa mewakili banyak perasaan yang tak terucapkan.

Satu hal lagi
Kadang aku bertanya kepada mereka mengenai rencana kepulangan. Dwi berkata akan membuka restoran, temannya siap bekerja sama. Anjas berencana menikah, sudah terlalu rindu dengan pacarnya. Fotonya dipajang dimana-mana. Selain itu ingin melanjutkan memperbesar warung ibunya. Susi terlau pendiam dan tertutup dengan rencana setelah pulang.

Aku sedikit kecewa, karena tak ada satupun dari mereka yang berkata ingin melanjutkan kuliah. Menemukan apa yang menjadi "gairah" mereka lagi.

Fahamilah, bahwa hanya pendidikan yang mampu membawa kita keluar dari jerat setan yang bernama kemiskinan. Benar sekali, ada bnyak cara untuk belajar. Dan salah satunya adalah dunia perkuliahan. Jangan berharap kaya setelah lulus kuliah, tapi berharaplah agar bisa merubah hal yang paling penting yaitu POLA PIKIR. Itu mahal sekali harganya.

Satu hal yang pasti, di Jepang kita telah ditempa dengan sangat keras oleh keadaan. Yakinlah tak akan ada lagi rasa sakit yang mampu mengalahkan kita. Karena kita telah lalui yang terberat di sini. Dan anehnya kita bisa tertawa dan melebur bersama banyak "perih". Kalian pemenang yang sesungguhnya.

Apapun yang kalian lanjutkan setelah ini. sebagai seorang junior gue ingin memberikan sedikit petuah : Berjuanglah lebih keras dari biasanya dan jangan pernah menua bersama dengan hal yang tek berani kalian lakukan ketika muda.

SAYOUNARA...!!! Sampai ketemu lagi di Indonesia. Nikmatilah Merdeka.



|end|

Sabtu, 31 Oktober 2015

Sebuah Sajak (bersamamu)


"Bersama" denganmu Cinta selalu berhasil kembali ke definisi awal mula Kikuk, malu, indah tak terperih "Bersama" denganmu Inginku pagi tak perlu datang Karena malam setelahnya mungkin tak lagi sama "Bersama" denganmu Waktu bersekongkol tak memihakku Berlalu dengan cepat Meninggalkanku meringkuk dalam angan Jika tak 'bersama' denganmu Malamku terbenam bersama pekat Susah payah Mengejar cahaya Tawa renyahmu diakhir kata semalam Dan "bersama" denganmu
Aku mengerti
Jarak tak akan pernah bisa dipangkas Tapi yang pasti "Jarak hanyalah permainan pikiran" Bagi orang yg faham

Jepang, awal November

Jumat, 29 Mei 2015

Cara Menikahi Wanita Jepang

Yosh....

Kemaren malam sempat chat sama kawan lama. Dia bilang ngakak setelah baca postingan di blog ini. Walau setiap postingannnya selalu berhubungan sama cewek, over all dia bilang "you rock dude". 

Dia benar-benar sok tahu, jelas-jelas blog ini ngak ada hubungannya dengan musik rock. Sebagai teman yang baik, walau gue ngak suka musik rock. Saweran 10 rebuan tetap melayang.  "_"

*****

Malam ini hati gue gunda gulana, pulang kerja lihat nasi udah habis, lupa masak. Buka kulkas isinya bawang merah doank. Buka baju, lihat dada masih kosong, udah lama nggak ada cewek yang nyandarin kepalanya di situ. Nangis di pojokan kamar

Buka facebook, isinya undangan nikah. Buka twitter, isinya twit pak SBY merasa  difitnah sama pemerintahan JKW-JK. Buka Instagram, isinya foto pengantin baru yang lagi bulan madu. Buka Friensdter, isinya foto mantan yang lama waktu dia masih unyu-unyu, aih gagal deh move on nya. Buka hati, eh masih kosong, berdebu, Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang ditembok keraton putih...

Tuhan, ambil saja nyawaku.... Aku tak sanggup lagi....

.........

Melihat teman-teman seangkatan yang pamer kemesraan dengan pasangan masing-masing, gue jadi kefikiran untuk nyari pasangan juga. Ah tanggung, sekalian aja nyari isteri.

Nah kebetulan gue lagi di Jepang, jadi ya sekalian perbaiki keturunan. Lirik-lirik anak tetangga, kali aja bisa diculik.

So, buat kamu-kamu kawula muda yang lagi nyari strategi paling jitu menaklukan hati wanita Jepang. Syukur-syukur bisa diangkut ke Indonesia. Lebih baik siapkan popcorn, Coca Cola, kaca mata tiga dimensi. Tulisan  kali ini akan stright to the point tentang cara paling jitu menikahi wanita Jepang.

1
Sediakan dokumen

Cek - cek lemari...

Yosh....! dokumen gue lengkap, SKCK, ijazah SD, SMP, SMA, Kuliah, Surat keterangan tidak mampu dari kelurahan, Foto 3 x 4 (6 lembar), plus sertifikat-sertifikat.

B*n*ke,,, emang mau ngelamar kerjaan. Elo mau ngelamar cewek woy,,,, bangun,,,

Udah jangan serius-serius. hehe

Dokumen yang gue maksud adalah, dokumen yang bisa memastikan kalo kamu tidak sedang dalam pelarian, kan kasian kalo calon isterinya di ajak nikah sambil lari. Gue mah kasihan sama penghulu, tamu undangan, orang tua, tukang foto, apalagi kalo kakek-nenek kamu juga ikut hadir, semua ikutan lari-lari karena kamu sedang dalam "pelarian".


Passport
Kartu Keluarga
Sertifikat Kelahiran

Surat Keterangan Belum Menikah
Surat Ijin Menikah dari Orang Tua

Dan sejumlah dokumen lain yang mungkin diperlukan, seperti Surat Keterangan Orang Asing dari Kepolisian.

Kalo dokumen udah lengkap, tentu probabilitas untuk menaklukan hati wanita pujaan semakin besar.

Setuju bro...?

NEXT

2
Lelaki Mandiri

Walau kamu sedang dalam pelarian, kamu masih bisa mandiri (mandi sendiri), sikat gigi sendiri, makan sendiri, masak sendiri, tidur sendiri.

udah bang, udah. Ngak kuat menahan penderitaan ini. hehe

Mendapatkan perhatian wanita Jepang, ngak sulit-sulit amat. Pertama, rajin-rajinlah ngaca apakah kamu udah mandiri ato ngak. Bisa mandi sendiri ngak dihitung sebagai mandiri. hehe

Di Jepang, sejak remaja sudah terbiasa mandiri. Keluar dari rumah, tinggal di apartemen masing-masing. And ngak ada lagi campur tangan orang tua lagi. Artinya kamu juga harus mandiri dong ya kalo mau menikahi wanita mandiri.

3
Kelakuan Saat mabuk

Mabuk adalah hal yang biasa dalam kehidupan di Jepang. Pulang dalam keadaan mabuk setelah minum dengan rekan kerja bukanlah dosa bagi wanita Jepang. Namun, mereka akan menilai kelakuan elo saat mabuk. Jika elo berubah menjadi Godzilla dan mulai menginjak-nginjak gedung, wanita Jepang akan berubah menjadi ultraman dan meledakkan elo dengan laser beam.

Maksud gue, kalo mabuk ya jangan resek. Biasa aja gitu loh. Kalo ngak bisa, ya Wassalam... Angkat koper ke Indonesia.

4
Siap Jiwa Raga

Ini bahasan paling penting. Tambah popcorn

Pacaranlah dengan wanita Jepang, dan jangan pernah menikah.

Kalimat menohok ini adalah wejangan dari seorang kenalan. Kalimatnya sengaja gue kasi BOLD. Biar elo faham bahwa bukanlah hal yang mudah hidup bersama wanita Jepang, memiliki anak, berumah tangga.

Menaklukan hati wanita Jepang bukanlah perkara sulit, beda-beda tipis sama Indonesia. Asal elo-elo semua bisa memenuhi semua kriteria diatas. Namun perkara menikah dan hidup bersamalah yang membuatnya menjadi rumit.

Walau sekarang pernikahan Internasional dan mempunyai tabungan bersama sedang trend, entah mengapa gue ngak pernah tertarik. Ceweknya sih manis-manis. SUMPAH. Pengen gue culik, masukin koper, kirim ke Indonesia. Tapi... (ahh sudahlah...)

"Lain padang, lain belalang"
Kira-kira itu ungkapan paling tepat untuk mengungkapkan perbedaan budaya Jepang dan Indonesia.

Ada banyak perbedaan yang terlalu ekstrim dalam dunia percintaan di Jepang, misalnya  : pengelolaan keuangan mutlak di tangan isteri, uang suami adalah uang isteri, namun uang isteri bukanlah uang suami. Aih, kejam.

Bagi gue, ini agak aneh dan tak masuk akal. Namun, bagi lelaki Jepang ini adalah hal yang lumrah.

Alasannya ?

Aukkkkk ahhhh, gelap. hehehe

Setelah menikah, wanita Jepang sangat serius dengan profesi baru sebagai ibu rumah tangga. Alhasil seluruh keuangan keluarga berada di pundak lelaki. 

Alamak, hobby gue ke GAME CENTER bisa wassalam.

Jika dilihat secara sekilas, ini adalah hal yang lumrah di negara manapun, termasuk Indonesia. Namun jika sedikit diselami (asal jangan sampe tenggelam), masalahnya cukup rumit. Biaya hidup di Jepang sangat besar. So, bayangin aja, kalo elo punya anak dan isteri ngak kerja, keuangan diatur isteri. TAMAT hidup lo pastinya.

Ngak enak ah ceritain yang buruk-buruk tentang negara orang.

Pengen cerita banyak sih, biar mblo-mblo macam kita ini jadi pintar. Namun takut kepanjangan. Bikin penasaran boleh dong ya.

Ceritanya kapan-kapan lah, kalo lemburan lagi sedikit. Malas ngetik coy. hehe

*****

Semoga tulisan ini tidak menjerumuskan. 
Sampai detik ini, gue tetap tak bisa kompromi dengan pacaran. Gue percaya, nyari pacaran yang halal itu sama kayak nyari babi yang halal. Ngak akan pernah ketemu.

Maksudnya bang?

Ya, abaikan semua tips di atas. kalimat Pacaranlah dengan wanita Jepang, dan jangan pernah menikah adalah seruan keras untuk mencintai produk dalam negeri. MERDEKA...!!!

Akhir kata, meminjam kalimat teman gue : Mblo, mblo, pacar aja ngak punya. Pake mau kasi tips menaklukan hati wanita Jepang. Ngaca, ngaca.

Eits sorry bro, ini pilihan hidup. hehe

| END |

Cerita lain hidup saya selama di Jepang bisa dilihat di channel youtube saya 

Kamis, 28 Mei 2015

Apa Kabar Kawan? Kudengar Kapalmu Karam


Apa kabarmu kawan, kudengar kapalmu sedikit oleng dan hampir karam.

Ah, bagaimana bisa? kau yang kukenal tak seperti itu, tak mudah dijatuhkan.

Aku mengenal dan mulai menyukaimu karena kau adalah seorang pembual. Pembual tak banyak yang menyukai, namun aku merasa ada "nyawa" di dalam bualanmu.

Kau bilang, suatu hari nanti akan melanjutkan studimu ke Australia. Aih kawan, membayangkannya saja aku sampai merinding. Tempat terjauh aku pernah melangkahkan kaki adalah Lombok.  Itu masih satu provinsi dimana kita dilahirkan. Dan kau berkata akan pergi ke Australia.

Obrolan tentang impian sering kau ucapkan saat kita duduk berdua di belakang warung Bias, sambil menunggu wanita pujaan hatimu. Yang entah kenapa tak pernah berani kau dekati. (ah, andai wajahku secakep kamu).

Kau tahu kawan, ketika aku berkata "jika bisa kita mimpikan, pasti bisa kita wujudkan", aku malu dengan diriku sendiri. Kuliah hampir selesai, bahasa inggris cuma modal "yes" dan "no", kerjaan gak ada, bahkan hidup bingung mau dibawa kemana.

Namun kutunjukkan wajah paling antusias dan semangat yang aku miliki, agar kau percaya bahwa akupun percaya dengan apa yang engkau mimpikan.

Kau tahu, mengapa aku tak mungkin melupakanmu? Kamus pemberianmu telah membawaku melangkah cukup jauh. Ada janji kita di setiap lembarannya yang membuatku enggan menyurutkan langkah.

Aku tak tahu, saat ini harus bersedih atau gembira. Aku tak mampu membeli kamus Bahasa Jepang, dan kau meminjamkannya. Tentu kau tak lupa, kita sepakat bahwa mencuri ilmu tak dihitung dosa. Termasuk meminjam buku dan tak mengembalikannya.

Kau pula yang membujukku untuk mengikuti tes PPAN (Pertukaran Pemuda Antar Negara). Tes yang membuka mataku bahwa aku tak punya apa-apa. Aku miskin segala-galanya.

Aku ingat betul tes waktu itu, kau terhenti di tahap pertama, namun aku berhasil melangkah. Hasil akhir keluar, aku berada pada posisi ke 5 (dari belakang).
Kau bilang "cobalah lain kali".

Lalu dengan cara yang aneh, memulai belajar segalanya dari NOL. Aku berhasil menjejaki negara Tirai Bambu. Menjadi bagian dari 100 pemuda Indonesia pilihan dalam Program Indonesia China Youth Exchange Program.

Aneh sekali... Anak kampung di Tembok Besar Cina.




Aku bukan tak ingat dengan impian kita untuk menjejakkan kaki di Australia. Izinkan aku memulai dengan cara berbeda, menjadi kuli di Jepang. Suatu saat nanti, yakinlah, dengan cara yang aneh kita ke sana.

*****

Kawan, beberapa saat yang lalu kedengar orang yang kau cintai akan menikah dengan orang lain. Aih, mendengarnya aku merinding. Aku tahu betul, besarnya cintamu mengalahkan besarnya hutang kita di warung Bias. hehe

Kau bilang kau bisa ihlas, tapi tetap tak akan bisa berdamai dengan dirimu sendiri.

Adooooo sanak e.

Ada yang bilang, lelaki Sumbawa tercipta dari CINTA (ngarang). Urusan putus cinta adalah urusan yang rumit. Tapi kita liat seperti tembaga. Itu loh produk utama PT Newmont. Karena itulah kita tak mudah menyerah.

Putus cinta itu biasa, tapi patah hati adalah pilihan.

Semoga pilihanmu tepat.
sorry, kamusnya dekil banget ya... hehhehe

Selasa, 03 Maret 2015

Tentang Teman

Badan remuk redam, kerjaan numpuk, masuk kerja paling cepat, pulang paling lama. TAPI hati selalu happy.

Berawal dari itulah, gue menemukan sebuah teori baru

Lama pulang kerja berbanding lurus dengan jumlah angka dalam selip gaji.

CATET...

back to topic

Badan gue remuk redam, namun hati gue lebih remuk. Kayak habis ditonjok-tonjok sama Chris John, habis itu dibanting sama Hulk, dilemparin granat sama Iron Man. Terus diputusin sama Black Widows.

Hancur-hancur sehancurnya.. Meranalah, diri merana.

Untuk mengukur tingkat kehancuran, nelangsa, merananya hatiku. Coba bayangkan, hari ini Senpai sedang masak enak, eh ternyata eh ternyata kamu gak ditawarin.

Sebagai penghibur hati, Gue selalu ingat kata Om gue

Jangan meminta sesuatu yang seharusnya ditawarkan

ya misalnya masakan Senpai ini.

hehehe

back to topic again and again

*****

Kalo bica tentang teman, sahabat, friend, atau apapun itu kalian menyebutnya. Gue suka sedih sendiri (nangis di pancuran)

Teman adalah saudara beda ibu, kira-kira begitulah definisi sederhana gue kalo ada yang nanya teman itu apa?

Gue adalah type manusia abnormal, tak pandai berteman, susah dekat dengan siapapun. Jadi, jika punya teman rasanya lebih kayak saudara.

Jika ada teman sejati, tentu ada teman rawan. Persis seperti ada tulang sejati dan ada tulang rawan. Tulang sejati, keras, padat, biasanya diajak susah. Kayak tulang punggung buat ngangkat kamu, pundak kalo kamu lagi butu tempat bersandar. Atau tulang pipi dan rahang, kalo kamu lagi marah dan butuh sesuatu untuk di-uppercut. (nangis di pojokan)

Sekilas serupa walau tak sama. Tulang sejati, beda-beda tipis sama teman sejati. Biasanya dipake kalo lagi susah. Kalo lagi butuh sesuatu, ampun bener ribetnya nyusahin.

Teman sejati linier artinya dengan teman brengsek. Ya, cuma orang brengsek yang mangil kamu Monyet, Njing, Kebo. Kalo make motor habisin bensin gak diisi ulang. Make HP sampe pulsa habis, kayak milik pribadi. Atau masuk ke kamar, habisin isi kulkas.

Tapi hal yang pasti, teman kayak gini ngak pernah lari kalo elo lagi ada masalah. Berdiri paling depan, gagah, seolah masalah itu adalah masalah dia.

Ngomongin siapa bang??

Diri sendiri

****

Yang membuat gue remuk, bukan hanya karena jauh dari sahabat-sahabat seperjuangan atau ngak bisa make motor gratis lagi.
Ngak... Gue ngak sehina itu...

Ada yang lain

Gue ngak bisa dapat traktiran lagi... hehehe

Teman-teman gue, rupanya sedang merencanakan hidup lebih matang dari gue. Gue nguli di Jepang, sekarang mereka mempersiapkan diri menjadi BOS. Memulai lagi hal-hal yang biasanya kami lakukan dulu. Wirausaha...

Gue kayak semacam serigala ditinggal kawanan, (ngak pake melolong). Jika dulu ada ide usaha, selalu dieksekusi bersama, sekarang mereka memulai tanpa gue. Br*ngs*k...

Memasang tulisan #terusberproses di setiap postingan kalo lagi ngenterin pesanan pelanggan.
Woy,,, gue liat woyyyyyy...

Gue juga manusia, punya hati, jangan gitu dong...!!!

Sedikit pesan dari gue buat kalian,

Apapun usaha yang kalian jalani sekarang, teruslah berjuang, semangat, terus berproses. Gue ngak pentiing apapun yang sedang kalian usahakan sekarang. Yang penting kalian masih di rel yang sama saat kita membangun mimpi dulu bersama.

Izinkan aku memulai dengan cara berbeda, yakinlah kita akan bersama mendaki ke puncak. Jika tak di jalur yang sama, percayalah kita akan bertemu di puncak.

Mari kita bangun kerajaan kita sendiri

Go Freedom...

Rabu, 11 Februari 2015

Alasan "Bacpacker" Harus Ke Jepang

Selamat malam....

Sudahkah kalian ke Jepang? Jika sudah, pasti banyak dong hal yang kalian faham tentang negara Jepang dan tak perlu lagi membaca blog ini.

Jika belum, gue coba bagi alasan mengapa kalian harus angkat ransel dan berangkat ke Jepang.

Check it out...

1. Sempurna
Negara ini membuat tingkat "keheranan" gue semakin menjadi. Akan sulit ditemukan dibelahan dunia ini dimana nilai luhur masa lalu dan tehnologi modern bercampur dengan sempurna tanpa membuat yang lainnya tergerus.

Jika tak percaya, cobalah main-main ke kuil, nuansa magis pasti terasa. Tetapi tidak serta merta turis dilarang untuk melihat. Turis diberikan kesempatan untuk melihat, merasakan langsung nuansanya tanpa dianggap mengganggu.

Gue yakin, pemerintah Jepang faham betul, pariwisata adalah salah satu sektor yang harus terus ditingkatkan.

Untuk sebuah negara yang maju, tehnologi tinggi. Gue sering heran, bagaimana mungkin, sungai di Jepang airnya bening sekali. Keadaan seperti ini biasanya hanya gue temukan di atas gunung kalo di Indonesia. Rupanya-rupanya pemilahan sampah adalah adalah alasan mengapa bisa sangat bersih.

Mengapa point ini menjadi sangat penting. Untuk seorang backpacker, tentu melihat hal baru, pola hidup dan pengalaman baru adalah candu. 

Tentu saja, kalian ingin makan ramen ala Naruto plus ngelihat para otaku mondar-mandir, ditambah dengan pemandangan yang asri.

JAdi, ambil ransel berangkatlah...


2. Negara Surga Elektronik
Untuk seorang pecinta elektronik seperti gue, negara ini adalah surga. Selalu saja ada barang-barang elektronik dengan harga yang fantasis murahnya jika dibandingkan dengan negara asal gue.

Jika malas membeli yang baru, kalian bisa membeli yang "seken". Dan ini adalah salah satu favorite gue.

Gue sering jengkel, jika membeli barang elektronik. Saat pertama membeli, udah gue rasa yang paling murah. Eh, pas jalan-jalan ke tempat lain, selalu menemukan yang lebih murah.

Toko elektronik yang paling terkenal ada di AKIHABARA tokyo. Tempat ini bahkan dijuluki "elektronik town".

3. Bunga Sakura
Bunga sakura konon katanya tak hanya tumbuh di Jepang dan bahkan bukan berasal dari Jepang. Tapi, Jepang berhasilnya menjadikannya sebagai IKON. Umurnya tak lama, mungkin hanya satu bulan, tapi indah luar biasa. Itulah yang menjadi semacam falsafah hidup kaum samurai dan orang Jepang kebanyakan. Hidup ini singkat, jadi butlah indah seperti bunga sakura.

Ada banyak tempat untuk melihat bunga sakura. Orang Jepang biasa menyebutnya HANAMI (melihat bunga sakura). Salah satu tempat favorit adalah taman ueno. Mungkin karena akses yang mudah dan tempat yang bagus.

Duduk bersama sambil membawa bekal, menyanyi, menikmati waktu bersama dengan orang tersayang di bawah pohon sakura yang sedang mekar pasti tak akan terlupakan. Bunga sakura mekar pada interval april-mei.

4. Akses mudah
Semua tempat wisata di Jepang, terhubung dengan rapi via kereta. Ingin ke tempat wisata manapun tinggal naik kereta dan pasti sampe.

adalah semacam pegangan hidup kenshuusei yang senang jalan-jalan kayak gue.
"Taklukan stasiun kereta, taklukan Jepang"
Artinya untuk jalan-jalan di Jepang tak harus mahal, bahkan tak harus bayar sama sekali jika tahu caranya.

5. Service
Menurut gue, orang Jepang kelewat baik, pelayanan di toko-toko atau di tempat umum sangat baik bahkan sangat keteraluan baik.
Gue, pernah beli kamera dan baru pake 2 minggu rusak. Si empunya toko minta maaf, sampe semua barang dari toko-toko lain di datangkan semua. Barangnya sih bagus, tapi gue bilang barangnya jelek. 
Terus pas gue bilang pengen tukar pake kamera yang harganya dua kali lipat. Eh ngak disangka dia setuju. Jadilah melayang tuh nikon d600 ke tangan gue.

6. Praktis
Barang-barang di Jepang, berkembang sesuai dengan kebutuhan. Dibuat dengan sangat praktis untuk mempermudah pemakain. coba lihat link di bawah ini.
https://www.youtube.com/watch?v=Y2LODd-VkNU

Udah, gitu aja,,, lagi malas nulis...

Ambil ransel... gooooooooooooooo.....!!!!