Rabu, 12 Oktober 2016

Tipe-Tipe Kenshuusei (Peserta Magang) Jepang








"Kok sekarang rajin nulis bang?" 
"Karena lagi nganggur"
"Kalau begitu saya doakan ngak dapat kerja selamanya"
"loh kok gitu?"
"biar rajin nulis" 
"..." gue ambil karung, masukin dia, terus gue injak-injak
SKIP

Sejak mulai kerja di Jepang, gue ketemu banyak orang dari berbagai macam suku di Indonesia dengan berbagai karakter sehingga membentuk semacam miniatur pergaulan nasional. Lumayan itung-itung ada yang nampung kalo misalnya jalan-jalan ke Jawa atau Sumatera.

Ada yang rajin kerja, malas masak, malas balas text pacar, ngak jelas, idealis, rajin ibadah dan banyak lagi yang lainnya.

Gue diam-diam memiliki rasa ingin tahu yang tinggi tentang mereka (mungkinkah ini cinta? entahlah). Karena itu gue sangat yakin berbakat jadi pengamat. Lebih tepatnya KEPO sih.

Karena rasa ingin tahu yang tinggi ini, gue biasa manjat tower ikut gabung terus loncat ikut mendengar pembicaraan mereka. Lumayan nambah ilmu buat bekal masa depan. Mulia sekali kan gue?

Kira-kira begini hasil pengamatannya, gue bagi menjadi 3 kelompok berdasarkan perspektif berat enggaknya apa yang dibicarakan.

Kelompok A : cenderung berbicara hal yang remeh temeh, apa yang terjadi hari ini atau bergosip tentang teman yang lain
"Gue denger si Andi beli kamera baru"
"Si Budi itu DOREMI banget" ini apa sih?
"Dia ngak balas BBM gue"
"Doi jadian sama si Andi" Nah yang ini gue.
Pemagang yang masuk dalam kelompok ini sangat mudah teridentifikasi.  Semisal ikut beli kamera yang lensanya segede paha beruang itu, padahal hobby juga ngak. Buat gaya doang. Beli gadget iphone terbaru, padahal gajinya pas-pasan. Biasanya pemagang yang baru mulai bekerja. Nah, bagian yang ini gue harus rela nunjuk hidung sendiri (hina sekali masa-masa itu).

Kelompok B : Cenderung membicarkan hal yang sedang "in", hal yang dibicarakan dikategorikan sedang

"Gue yakin Jokowi itu presiden boneka"
"Sebutkan prestasi Jokowi, selain hutang yang banyak itu" kok mirip tweetnya Ahmad Dhani ya?
"Sony Mirrorless 6300 baru rilis bro"
"Gue baru diputusin" sumpah...! ini bukan gue.
Kelompok ini berisi para kritikus dadakan, biasanya merasa paling tahu apa yang dia bicarakan. Kalau dinasehati, balik menasehati. Kalau minta dipinjami duit, balik minta pinjam. Kalau dijitak, balik menjitak (masa iya gak balas).

Kelompok C : Cenderung membicarkan masa depan, bagi mereka sudah tidak ada lagi bahasan remeh temeh. Mereka orang-orang yang punya long term vision.
"Tabungan udah berapa bro?"
"Hasil foto yang kemaren dapat juara lagi" 
"Gue harus buka bisnis nih kalo pulang" 
"bisnis apa bro" 
"pengiriman TKI ke Jepang"
"sama aja" gue masukin karung, kirim ke Kiai Kanjeng biar digandakan.
"Gue harus nikah sama Chelsea Islan" sumpah...! ini juga bukan gue. Orang-orang tadi ngejar gue, diarak keliling kampung, terus dibakar.
Sialnya kelompok ini anggotanya tidak banyak. Ingin rasanya saya kirim mereka ke Kiai Kanjeng biar digandakan. Kelompok ini biasanya orang-orang yang serius, jarang jalan-jalan yang berdampak pada foto profil facebook tidak pernah ganti-ganti. Masa iya mau pasang foto lagi ngelas, nyabit rumput (pemagang pertanian), cenderung bertampang serius, jarang bercanda.

Mungkin bagi mereka hidup ini tidak selucu stand up-nya Raditya Dika. Mereka terlalu banyak jatuh, bangun, dan bahkan jatuh lagi dalam hidup mereka. Ada yang pernah usaha gulung tikar, ada yang kerja di perusahaan bonafit tapi dipecat. Ada yang udah ngerjain skripsi tapi ngak dikelarin karena malas lihat wajah dosen. Ada yang udah nembak si doi tapi ngak diterima, dlsb. eits apa ini, ampun.

Dan bekerja di Jepang bagi mereka adalah semacam redemption. Mengulang kembali, menata hidup agar mimpi mereka tak mati.

Gue sendiri bingung, gue ada di kelompok yang mana. Tapi gue sepakat tentang satu hal, orang yang bersiap hari ini adalah pemilik masa depan. Semakin cepat kita menanam, semakin cepat pula kita menuai.

END

Sabtu, 16 Juli 2016

Biarin Kurang Tampan Asal Mapan

via vemale.com
Beberapa hari ini sempat kontak lagi dengan beberapa teman SMA. Nah beberapa dari mereka ada yang sudah menikah dan ada yang punya anak. Ada yang masih jomblo, ada juga yang masih menunggu cinta Kristen Stewart. Sumpah ini bukan gue

Yang paling mengesalkan saat kontak teman lama adaalah, sering kali kita mendapat pertanyaan yang bikin kesal. 
"lagi dimana sekarang?"
"di planet Mars" 
"ngapain?"
"mencari 7 bolah naga untuk mengivasi bumi"
"..." lalu ganti topik
"kamu suka ngemil kecoa gak?" 
Pertanyaan 'lagi di mana sekarang', adalah kalimat halus dari pertanyaan 'sekarang kerja di mana?'. dan mahluk Tuhan yang berani bertanya seperti ini pada dasarnya ingin pamer kerjaannya sekarang. dafuq

Namun bukan itu bahasan kita kali ini. SKIP

*****

Kali ini gue ingin bahas  riset sederhana tentang jodoh dari perspektif jenjang pendidikan dan karir. Riset ini adalah kesimpulan dari kehidupan banyak orang (ngak enak bilang pengalaman pribadi), biar hidup gue mereka yang menyedihkan tidak berulang lagi. keren kan gue?

SMP dan SMA, cenderung memilih pasangan yang cute, populer di sekolah.
Kuliah, cenderung memilih lelaki yang udah bisa nyari uang sendiri.
Kerja, cenderung mencari lelaki mapan.

| Sekedar Info |

Dalam sebuah teori probabilitas, dari total 100% kemungkina, 90% kemungkinan ditolak, ada 10% kemungkinan berhasil dari sebuah usaha jika dilakukan secara terus menerus.

Jadi logikanya kalo kalian nembak cewek 10 kali, ada satu yang akan berhasil dan menerima kalian.

Okey kembalii ke bahasan

Gue pernah nembak cewek jaman SMA, ditolak. Dia ngak bilang sih alasannya apa, namun dapat info dari temannya karena tampang gue jelek dan kuper. nangis di pojokan WC Mushollah

And WTF, setelah itu dia jadian sama lelaki populer di sekolah gue.

Beberapa tahun ngak ketemu, gue nerima undangan pernikahan. Ternyata dia ngak nihah sama cowoknya jaman SMA, melainkan dengan lelaki yang kayaknya sih udah bisa nyari uang sendiri. Biasanya berciri-ciri: lebih pendek, item, buncit.

Jadi jangan heran kalau ada diantara teman kalian yang cantiknya minta ampun seperti Emma Watson, akhirnya menikah dengan lelaki jerawatan, gendut, lebih cocok jadi tukang sapu di rumahnya ketimbang suami.

Terus gimana bang? apa semua cewek itu matre?

Ya ngak tahu (gue bukan cewek).

Kalau nyari pasangan hidup gunakan prinsip investasi. Saat masih muda, cewek cenderung menyukai lelaki yang ganteng, padahal ini investasi yang sifatnya sementara. Nilai investasinya akan berkurang seiring berjalannya waktu.

Namun wanita matre cenderung memilih lelaki mapan. Nah ngak tahu deh nasib keluarganya kalau si cowok udah ngak punya penghasilan yang cukup lagi.

Dan wanita dewasa menyukai lelaki yang berpotensi menjadi hebat karena nilai investasinya akan terus bertambah. Super sekali saudara-saudara!!!

Semisal cerita inspiratif milik Barack Obama dan first lady Michelle Obama bisa dijadikan rujukan.

Suatu hari mereka minum di sebuah kedai kopi. Lalu Michelle memulai percakapan, kira-kira begini. (kurang lebihnya mohon maaf)
"kamu tahu ngak, yang punya kedai ini dulu adalah mantan gue?"
"Seandainya kamu menikah dengan dia, mungkin kalian  akan punya restoran yang besar"
"tidak, akan kubuat dia menjadi Presiden Amerika Serikat" 
"..." 
Dari cerita di atas, dapat disimpulkan bahwa tidak semua lelaki itu emosi jika pasangannya ngungkit-ngungkit tentang mantan mereka.  penonton lembar asbak

sabar sabar, jangan emosi.

Intinya; strong women for strong man. Jika punya niat menjadi lelaki hebat, mulailah dengan berinvestasi mencari pasangan hebat.

Dan logikanya adalah; tidak ada perempuan hebat yang mau sama lelaki pemalas. So, rajin-rajinlah menakar diri sendiri. Logikanya sama seperti lelaki nakal yang ingin menikahi wanita baik-baik. Dan tentu saja tak ada wanita baik-baik yang ingin menikahi lelaki nakal. ITU..!!!

Kalau lelaki bagaimana bang? nyari cewek yang gimana?

Sama aja, kecantikan adalah investasi sementara. Jika nilai investasi berkurang, investor cenderung akan menjual investasinya, atau dalam artian lain mencari investasi yang lebih baik (menikah lagi misalnya).

Sebaik-baiknya perhiasan adalah isteri yang soleha, ini kata H. Rhoma Irama di salah satu lagunya (lupa judulnya apa). Jika perhiasan adalah salah satu barang investasi, maka sebaik-baiknya investasi adalah wanita yang soleha atau berkeperibadian. Nilainya akan terus bertambah hingga akhir masa. tsaaahhhh

Terakhir, anggap aja ini berita baik buat para cowok yang masih kuper, item, dekil. Tak perlu bermuram durja karena segala 'takdir' ngenes itu, berusahalah jadi lelaki mapan. Karena lelaki tampan kalah dengan lelaki mapan.

Walau jauh lebih baik yang tampan dan mapan sih. iya gak iya gak? Oke sip

|END|

Sabtu, 02 Juli 2016

Cara (paling) Mudah Bekerja Ke Jepang

"bro, kerja di Jepang enak banget, bisa jalan-jalan, ajakin lah"
"Ayo ke sini bro" 
"Caranya gimana?"
"Lah, emang gue fikirin" 
Setelah banyak orang bertanya cara agar bisa melupakan mantan bekerja di Jepang, gue jadinya kepikiran bikin tulisan ini. Ya setidaknya bisa menjawab keresahan banyak orang (baca: jomblo) sekaligus biar enggak ditodong oleh banyak orang dengan pertanyaan yang sama.

Beberapa point yang akan saya berikan berikut ini sangat penting, jadi baca secara teliti, ikuti jalurnya, jangan kurang satupun. kalau kurang, harus ganti di bulan syawal. Ngomong apa ini

Mantapkan hati, semoga di bulan yang penuh berkah ini, kalian segera mendapatkan apa yang kalia cita-citakan. Aminnnnn...

Check it out. Kita mulai dengan point pertama ya.

1
Pergi ke kantor Imigrasi

Loh kok kantor Imigrasi bang? Apa ngak langsung ke rumah saya aja? ketemu emak bapak, terus tentukan tanggal yang baik. hehehe

Pertanyaan yang super sekali. Ini poin yang sangat penting. So, perhatikan baik-baik. Setelah tiba di Imigrasi, parkir motor kalian dengan seksama (hati-hati, sekarang banya curanmor). Kalo bisa selain kunci stang, kunci roda juga. Agar kalian merasa tenang di kantor imigrasi.

Selanjutnya, baca "bismillah" 3 kali, ambil nomer antrian sambil membawa beberapa benda keramat berikut (Fotocopy KTP, Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran/Surat Nikah/Ijazah Terakhir). Jangan lupa bawa yang asli ya untuk jaga-jaga seandainya ada yang curiga dengan foto kamu di ijazah. Wajah 60 tahun, tapi umur 20 tahun.

Jika penjaga counternya laki-laki, abaikan saja, jika dia perempuan, nikahi dia. eh.. maksudnya tanya "udah punya suami atau belum" ehhh, tambah ngawur. Kalau belum, tetap abaikan juga. hehehe. Kalau udah, titip salam buat keluarganya di rumah.

Singkat cerita, setelah melalui proses panjang yang membosankan, foto kalian diambil, membayar 350.000 rupiah di Bank yang telah ditentukan, lalu pulang kerumah.

Tunggulah selama 3 hari, jangan lupa perbanyak ibadah dan berdoa. tadaaaaaaa,,, PASPORT kalian bisa diambil

Asemmmm, kenapa ngak bilang langsung mau bikin pasport sih bang? muter-muter ah,, blog ini saya bakar ya.
Boleh aja, asal dengan api cinta yang membara,,, tsahhhh

(ini serius) Salah satu cara agar bisa bekerja di Jepang (luar negeri) adalah dengan memiliki pasport. Pasport adalah semacam kunci dari pintu masuk, dan rumahnya adalah luar negeri.

Gue sering geram kepada para mahasiswa yang mengkritik pemerintah dengan demo di jalan, sembari berteriak Amerika Kapitalis. Tapi jika ditanya apa itu kapitalis? mereka juga tak tahu.

Dosen gue (ketika kuliah) pernah bertanya siapa saja yang memiliki pasport? Tak ada yang mengangkat tangan, termasuk gue ketika itu.

Seharusnya mereka malu dengan para TKW/TKI kita. Disaat mahasiswa yang menganggap dirinya agen perubahan ini sibuk bakar ban di jalan yang membuat macet, mbak-mbak yang justru hanya lulusan SD udah berkali-kali naik pesawat ke Arab Saudi, Taiwan, Singapore, hongkong, bahkan Korea.

Dijaman globalisasi ini, memiliki pasport udah setara dengan memiliki KTP. Paport adalah KTP yang berlaku secara Internasional.

Bagaimana mungkin, mahasiswa mengaku sebagai agen perubahan jika mempunyai mindset tak lebih luas dari pekarangan kampusnya.

Bukan begitu bang Fadli zon? auk ahhh gelap...

2
Pergi ke DPR RI di Senayan

loh kok makin ngawur bang?
Dengerin dulu. Sebelum pergi ke luarr negeri, ada baiknya kalian ke kantor DPR dulu. 

Hubungannya apaan bang?

Kalau melihat kasus yang sedang marak-maraknya saat ini, tentang Anggota Dewan yang terhormat meminta fasilitas untuk anaknya yang sedang ke Amerika, rasanya-rasanya tidak lega jika kalian tidak membantu saya melepaskan uneg-uneg.

Cari anggota dewan yang bernawa Fadli Zonk, titip salam dari gue "mundur aja daripada bikin malu anggota DPR yang lain". Kalau dia berkilah itu hanya pelaporan biasa saja bukan minta fasilitas, kalian gigit aja kupingnya sambil berdoa semoga dia kena rabies. Setelah itu kalian akan lebih tenang meninggalkan Indonesia.

3
Pergi ke Tempat wisata paling ramai

Karena gue pernah tinggal di Lombok, gue pergi ke pantai senggigi. Nah kalian sesuaikan dengan tempat tinggal masing-masing.

Sesampai di TKP, pasang mata, pasang telingga dengan baik, perhatikan dengan seksama. Jika pengunjungnya tidak ada, kalian pulang saja, mungkin kalian tinggalnya di bali, orang-orang lagi nyepi.

Kalau ternyata sangat ramai, tapi banyak orang memakai seragam sedang membungkus nasi di warteg ibu-ibu yang sedang ketakuatan. Nah kalian pasti lagi di Banten, orang-orang tadi POL PP "sok suci" merazia warung yang buka saat ramadhan. Jangan lupa minta sedikit buat buka, daripada dihabisin sama orang-orang tadi.

Okey sipppp... hehehe,, udah jangan serius-serius

(kali ini serius)
Karena kalian ingin ke Jepang, sebisa mungkin carilah orang jepang yang sedang liburan. Cara paling jitu baca di sini. Tapi saya malu bang? kalau begitu kubur saja impian kalian untuk kerja di Jepang.

Okey sipp,,, lanjut,,,

Jika dia laki-laki, abaikan saja, jika diperlukan ceburin aja ke laut, hehehe. Sekalian balas dendam akibat ulah nenek buyut mereka jaman penjajahan dulu. Jika dia perempuan, nikahi dia. Jika dia nagak mau, ancam dia. hehehe. Pokoknya sampai mau,

Karena undang-undang mengatur dengan seksama, jika kalian menikah dengan wanita/pria Jepang, kalian boleh masuk ke negara Jepang sesuka hati, termasuk bekerja.

Mari kita berasumsi, perempuan yang kalian nikahi itu adalah anak SACHOU (direktur utama) yang sudah rentah dan dia anak tunggal. Karena tidak ada lelaki dalam silsilah keluarganya, dia memberikan perusahaan mobil miliknya yang beromzet 10 triliun pertahun itu kepada kalian.

Setelah beberapa tahun bekerja, kembalilah ke Indonesia. Beli Freeport dan PT Newmont, lalu keuntungan bersih perusahaan berikan secara gratis kepada masyarakat sekitar tambang. Itu udah jadi hak mereka, sebagai ganti rugi tanah mereka yang rusak karena pertambangan.

Jika kalian mulai rentah dan menjelang ajal, pergilah ke sebuah pulau di daerah timur Indonesia yang bernama pulau Sumbawa. Temui lelaki kece nan gagah bernama Ferry Rempe, berikan dia Ratusan triliun uang untuk membeli pulau kecil nan eksotis di sana bernama Kenawa island.

Titipkan pesan "sumpal ini ke mulut Sekda yang kini menjadi Bupati di wilayah barat", sebagai protes ketidak becusan beliau memanajenen pulau indah itu.

Lalu tinggalkanlah dunia yang fanah ini, semoga masuk surga. Kalau ngak yakin, minta tolong ke anggota FPI, karena konon katanya mereka udah punya kapling tanah di surga berikut bidadarinya. Minta satu, gue yakin ngak akan rugi. iya kan iya kan...

Okey sipppp

4
Pergi ke wastafel

Ini point paling penting dari rangkaian panjang di atas, Cuci muka kalian, karena mimpi kalian semalam sungguh luar biasa. hehehe

The Truth
(kali ini benar-benar serius)
Jika kalian fikir, apa yang kalian cita-citakan akan mudah. Maka kalian pasti sedang bermimpi. Ada perbedaan besar antara pemimpi dan the dreamers, yang satu pakai bahasa Indonesia dan dan yang satu lagi bahasa Inggris kan bang?

Serius woyyyyyy

Kebanyakan orang menganggap mimpi hanyalah bunga tidur, tapi seorang pemimpi sejati, dia bangun dan berusaha mewujudkannya.

Mulailah dengan hal yang paling sederhana. Mimpi besar, pada awalnya adalah hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten. 

BELAJAR BAHASA JEPANG. Tak perlu berfikir terlau muluk-muluk. Belajar saja yang rajin, kuasai dengan benar, sembari tetap memupuk mimpi untuk bisa bekerja di Jepang. Berkumpullah dengan orang-orang yang memiliki cita-cita yang sama.

Lalu lihatlah cara-cara aneh akan terjadi dengan sendirinya. Cara-cara yang tak kita duga  sebelumnya akan datang. Setidaknya itu hal yang saya rasakan.

Tugas kita adalah "menginkan", hal yang tidak bisa kita lakukan diluar batas kemampuan kita adalah tugas Tuhan untuk mewujudkannya.

Super sekali...!!!

END

Kamis, 30 Juni 2016

1 hari keliling Tokyo (tips dan keuangan)

Setelah bahasan tentang Jepang menunjukan trend yang positif berubah membludaknya jumlah viewer (red: jomblo ngak ada kerjaan), rasa-rasanya tidak adil jika tak memenuhi hasrat mereka untuk membahas lagi tentang miyabi Jepang.

Berhubung gue senang jalan-jalan, ya kurang afdol jika tak berbagi tips tentang itu. Yaps... tebakan jitu (cara menjadi Jomblo idaman yang hobby traveling). Alahhhh bicara apa ini.

SKIP SKIP

Okey straight to the point
Secara garis besar, kebutuhan a.k.a pengeluaran selama perjalanan a.k.a trips dibagi menjadi 3 point penting. Patuhi rambu-rambunya maka kalian akan selamat dunia dan akhirat, eh maaf,,,, maksudnya sukses dalam ber-traveling.

Mari berhitung

1
Tempat Bermalam

Pilihan para travelers untuk bermalam adalah hotel, entah kenapa tempat bermalam selalu di definisikan sesederhana itu. HOTEL. Menurut gue ini terlalu mainstream. I mean, dimana kita bisa memejamkan mata, bisa mengistirahatkan gundah, meng-enyahkan resah bisa dong disebut sebagai tempat bermalam juga. Misalnya hati kamu, dada kamu untuk bersandar, pundak kamu untuk meniadakan resah. hohohoho

Anyway, jika pembaca yang budiman cukup teliti, ada beberapa hotel yang jika dipesan jauh-jauh hari akan memberikan harga murah dari 2000-3000 yen permalam loh. So, pandai-pandailah berselancar di dunia maya.

Nah selain  digunakan sebagai mesin pencari dengan kode "miyabi" atau "sora aoi", mbah Google tolong digunakan untuk hal yang jauh lebih bermanfaat ya. Okey...

Berikut beberapa list hotel di daerah Tokyo

So, tunggu apa lagi mblo, loncatttttttt.... kemana bang?
Ke dalam sungai, ya ke dalam hati Abang lah.

Tips dalam keadaan darurat
Jika ingin FREE biasanya saya bermalam di depan stasiun atau taman. Ini jika kalian akan traveling di Tokyo beberapa hari, so pandai-pandai berhitung. Artinya beri porsi secukupnya, beberapa hari di hotel dan beberapa hari lagi sebagai homeless.

Percaya deh, akan jadi pengalaman yang sulit untuk dilupakan. Misalnya dibawa paksa ke kantor polisi, kena deportasi, atau dikira penyebar ajaran sesat. (silahkan tanggung sendiri)

2
Transportasi

Sungguh (ini serius), Jika kalian tak pernah ke Jepang sebelumnya, trus tiba-tiba (bim salabim) kalian ada di sini. Hal pertama yang paling berasa adalah harga tiket kereta yang begitu mahal. But Wait, selalu ada cara untuk mengatasinya.

Keep silent and listen carefully petuah dari om ini.

Yang membuat Jepang Luar biasa adalah sistem transportasi yang begitu luar biasa (ini bahasa yang berlebihan). Walau terkesan rumit tapi semua terintegrasi dengan sangat baik, dari kereta, bis, hingga pesawat, semua saling bertaut seperti hatiku dan hatimu.

Bahkan jika kalian cukup sabar naik kereta, paham rutenya, keliling seluruh Jepang bukan hal mustahil. Satu hal yang pasti, jadwal kereta tak pernah telat 1 menitpun.

Kembali ke topik

Mengelilingi kota Tokyo bisa menggunakan berbagai jenis kereta, tergantung kalian akan pergi kemana. Chikatetsu (kereta bawah tanah) Tokyo Metro dan JR Yamanote Line adalah dua pilihan terbaik berdasarkan pengalaman saya.

Ini dua jenis kereta yang berbeda, akan saya coba jelaskan dengan bahasa yang bisa dimengerti oleh jomblo. wiiihhhhh.


Rute Yamanote Line


Rute Tokyo Metro

Kedua Jenis kereta ini memiliki kesamaan pada harga tiket yang tak begitu berbeda. Tiket dasar kisaran 120-190 yen. Jadi untuk mengakalinya belilah tiket khusus yang bernama One Day Pass Ticket. Jika tak begitu paham cara membelinya tanyalah kepada petugas stasiun. Harga One day pass Tokyo Metro 600 yen dan Yamanote Line 730 yen.


Catatan; Yamanote Line jauh lebih praktis ketika harus norikae (berpindah kereta) dibandingkan Tokyo Metro, sehingga banyak tempat yang bisa diakses dalam satu hari, namun tidak bisa mengakses secara langsung beberapa tempat wisata terkenal di Tokyo, semisal ASAKUSA, Tokyo Skytree, Tokyo Tower dan beberapa tempat lainnya. Jadi, memiikirkan dengan baik dan seksama kemana arah kita akan menuju sangat disarankan.

Tokyo Tower dari Kuil Zojoji

3
Makan Minum

Point ini tak boleh dianggap remeh. Orang Jepang menyebut negara mereka sendiri dengan sebutan "oni", atau "devil" dalam bahasa Inggris, dan dalam bahasa Sumbawa "antu blau" untuk urusan biaya hidup. ckckck

Jangan harap, ada suasana seperti Jogja, jalan beberapa meter ketemu angkringan, pesan nasi kucing dan teh hangat. Bayarpun hanya 5000 perak.

Di Jepang, harga nasi termurah sekitar 100 yen, itupun dapetnya nasi kepal a.k.a Onigiri. Nah mana mungkin manusia Indonesia yang biasa makan berbakul-bakul plus ayam bakar , minumnya es teh setiap hari bisa bertahan hidup dengan nasi satu kepal.

So, baca baik-baik petuah om ini, OK...
(Kalo suka, nanti Om bayarin BP3 kalian)

Ketika naik Tokyo Metro dari Jurusan Ueno ke Akihabara, kalian akan melewati sebuah stasiun kecil bernama Soehirocho. Nah jika kalian lapar dan butuh tambahan energi, menepilah karena persis di depan stasiun ada warung nasi padang bernama SUKIYA.

Ada bermacam-macam menu, daging dan ikan juga ada, mulai dari harga 500 yen/one set. Tapi jangan harap mantan pacar ada, kaena jelas tak ada dalam menu.

Tak jauh dari tempat itu ada warung tegal makan lain yang bernama Saizeriya. Sangat disayangkan tak ada menu ikan, hanya daging dan jenis sayur-sayuran. But wait...! sangat worth it loh, karena banyak minuman all you can drink (ini artinya apaan ya?) dari berbagai jenis jus, teh dan kopi. Saizeriya sangat gue sarankan jika kalian tidak ada masalah dengan daging.

Loh kok masalah dengan daging?
iya dong.. siapa tahu dulu jamann jahiliyah elu pernah melakukan tindakan tak senonoh kepada anak sapi, trus bapaknya marah-marah. hehehe.. Ngomong apa sih ini?

Jika bingung, sekali lagi. BERTANYALAH. Karena malu bertanya sesat di kamar jalan. 

Walau orang Jepang tak pandai berbahasa Inggris, but jika mereka tahu tempat yang ingin elu tuju, nyawa siap mereka pertaruhkan. asekkkk.

Kalo haus gimana bang?
ya minum bego...

But, ini serius loh. Jika kalian haus, bawa selalu botol air minum, karena di semua taman-taman di Jepang tersedia air minum gratis asal siap ditampung aja.




Dan mari berhitung kembali perkiraan biaya permalam

Hotel 2000 yen
Makan 2 kali, 1000 yen
Transportasi 600 yen

Total 3.600 yen

Kurs normal 1 yen sama dengan 110 rupiah, silahkan berhitung sendiri, kalikan dengan jumlah hari kalian menetap di jepang.

Honorable Mention


Oleh-oleh


Kebanyakan para traveler akan habis-habisan membeli oleh-oleh ketika mengunjungi kuil ASAKUSA (pengalaman ketika menemani teman jalan-jalan) walaupun harganya bikin kita tambah kasihan sama dompet, trus tepok-tepok jidat. Bayangkan harga gantungan kunci biasa saja dibandrol 600-1000 yen. (harga segini bagi anak kos bisa hidup seminggu)

Padahal ada cara murah untuk mendapatkan barang yang serupa walau sedikit cheapo dan bisa ditemukan dengan mudah.

Ada toko namanya 100en Shop, atau toko 100 yen, dimana semua barang harganya 100 yen. Hampir di seluruh Jepang, toko ini bisa ditemukan dengan mudah.

Tak jauh dari Shibuya Station kalian bisa temukan toko 100en yang sangat besar, mananya DAISO, berupa bangunan 3 tingkat. So, bijaklah dalam menggunakan uang ketika traveling apalagi urusan oleh-oleh.

Kasian sama teman-teman di Indonesia boleh-boleh aja, tapi jangan lupa untuk kasihan dengan diri sendiri.

Informasi

Asal kalian tersambung dengan internet, semua informasi tentang transportasi, tempat makan dan hotel bisa ditemukan dengan mudah. Tanyakan pada mbah gugel. Jika ingin jaga-jaga tak tahu arah pulang. sewalah pocket wi-fi, untuk informasi lebih lanjut tanyalah kepada petugas stasiun.

So guys, jangan diam di rumah, angkat ransel dan berpetualang. Silahkan kontak saya di ferry rempe jika ingin bertanya lebih lanjut. Atau jika saya sedang nganggur (kasian banget, udah jomblo jobless pula), saya temani jalan-jalan deh.

Sayaratnya sederhana, tunjukan saya tempat menarik yang belum saya kunjungi di sekitar Tokyo. Diutamakan bagi para Jomblowan-jomblowati yang gundah gulana dan kurang piknik.

Dokumentasi

Kalo ngak sempat bawa kamera atau handphone dari Indonesia, gue punya solusinya. Di sekitar Asakusa ada klinik 24 jam, masuk ke situ, lalu periksa kejiwaan kalian. Ngapain jalan jauh-jauh ke Jepang tapi ngak bawa kamera? haaaaa...? mungkin saja ada apa dengan cinta yang salah dengan anggota DPR kita. eh,, ini apa sih?

Akhir kata, selamat piknik, dan jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar.

GOOOOOOOOOOOOO....!!!!

My channel BAD TRAVELER


Minggu, 22 Mei 2016

Akankah Kita Mereka

Kekasihku
Akankah kita mereka
Tak berjodoh karena tak mau jadi pertama berkata cinta

Akankah kita mereka
Tak bersama karena hati diselimuti gelap keegoisan

Akankah kita mereka
Menguntai kata "seandainya" karena kenyataan tak kuasa diubah

Akankah kita mereka
Menyesal, meringkuk dalam malam karena pagi tak lagi sama

Akankah kita mereka
Mengutuk pagi dalam sesal karena pintu yang terlalu keras dihentak

Kekasihku
Aku adalah mereka
Lelaki yang hidup dari harga diri, keegoisan
Tetap berjalan walau langkah terhuyung

Pun kau adalah mereka
Butuh perhatian, cinta dan kepastian
Tetap berjalan walau hati retak berserakan

Kekasihku
Kurenungkan dalam luas fikirku
Jika bukan aku, siapa yang mengerti kamu

Pun renungkanlah dalam laut fahammu
Jika bukan kau siapa yang mengerti aku

kekasihku
Akankah kita mereka?

Jepang, 23 Mei 2016

Jumat, 22 April 2016

Mengapa Harus Kartini?

Semakin banyak kita bertanya dan mengkritisi, akan semakin banyak kita mengenal sosok Kartini. Kartini menjadi lebih "hidup", Tak lagi di-mitoskan sebagai "puteri sejati" tanpa kita fahami benar asal ceritanya. Celakanya, di-mitoskan tanpa difahami membuat sosoknya menjadi semakin "kerdil". Jadi, teruslah bertanya "mengapa harus kartini?".

Mari kita mulai dengan pertanyaan sederhana. Apa hebatnya Kartini? Bukankah ia anak manja? Isteri seorang bangsawan yang sudah beristeri tiga? Tidak merasakan pahit getir perjuangan hidup wanita pada zamannya, semisal Cut Nya' Dien yang maskulin itu.

Tentu, jika dihubungkan dengan defisi emansipasi di era modern ini. Semisal kata sejarawan "wanita yang emansipatoris itu, bukan wanita lembut diam di rumah, wanita santun, ramah penurut, tapi wanita yang tegas lagi kritikal". Sosok Kartini tak masuk sedikitpun dalam kriteria.

Justru disitulah letak menariknya. Mengkerdilkan kehadiran seorang figur historis, tanpa memahami proses dan latar dimana figur itu hidup dan berproses, rasanya juga tidak adil.

Untuk itu saya mulai dengan contoh Soekarno-Hatta, dua sosok Proklamaror kemerdekaan kita. Jika hidup di jaman sekarang, sosok Soekarno akan mendapat banyak cela dan caci. Akan dianggap menjual pidato "kosong", rakyat tak bisa "kenyang" dengan kalimat-kalimat yang menggelora. Namun karena hidup di "zamannya". Sosok Soekarno menjadi penting. Disaat satu-satunya media informasi adalah audio-non visual alias radio. Maka para orator ulung, singa podium mendapat tempat lebih besardi hati rakyat.

Lalu bagaimana dengan Hatta? Hatta yang "dingin" ini dianggap terlalu "rasional". Bahkan sosok yang diberi panggilan "Ayam Gadang Minangkabau" ini, kalah tenar di tanah kelahirannya sendiri Sumatera Barat (waktu itu : Sumatera Tengah) dengan sosok Soekarno. Seandainya sosok Hatta lahir di era ini yang lebih mengedepankan rasionalitas dan moralitas, beliau akan mendapat tempat yang baik di percaturan politik Indonesia. Apalah daya, sayangnya Hatta lahir di era yang berbeda.

Seperti itulah seharusnya kita memposisikan sosok Kartini. Dalam konteks ini, Kartini harus diposisikan dalam ranah sosial budayanya. Ia lahir dalam dinamika hidup feodal murni, bukan kondisi perang mengharu biru yang dialami Cut Nya' Dien.

Cut Nya' Dien dikenal sebagai pemimpin dan pahlawan heroik perjuangan Aceh karena lahir dan bertumbuh dalam ranah sosialnya juga. Karena itu, memahami Kartini dan mencoba membandigkannya dengan sosok Cut Nya' Dien sama halnya membandingan sosok Soekarno dan Hatta. Berbeda.

Mari kita tempatkan Kartini pada masanya. Kartini hidup pada masa feodal jawa abad ke-19. Namun justru kungkungan situasi ini membuatnya sadar ada yang salah dengan kondisi masyarakat jawa pada masa itu berupa kepeduliannya terhadap kaumnya. walau hanya tercermin dalam suratnya yang fenomenal kepada sahabatnya  Stella Zeehenlander. Walau hanya berpendidikan SD, rupanya pemikiran Kartini jauh melebihi kamar dan halaman rumahnya.

Lalu apa hebatnya surat? apa bisa dibandingkan dengan Cut Nya' Dien yang berperang atau Rahmah el Yunusiyyah tokoh pendidikan Padang yang mendirikan sekolah.

Menurut Karl Mark “Kebenaran sebuah teori bukan terletak pada betul atau tidaknya teori tersebut dari aspek ilmu pengetahuan, akan tetapi terletak pada apakah teori itu menggerakkan orang untuk melakukan perubahan atau tidak". 

Nah, surat Kartini kepada orang belanda (dalam bahasa belanda) membuat sebuah "koneksi" langsung kepada belanda (penjajah). Kemudian menjadi "penggerak" atau "penggugah" hati penjajah dalam "melihat" kondisi Hindia Belanda dari perspektif berbeda. Dalam hal ini, tulisan Kartini menjadi semacam miniatur harapan terdalam bangsa terjajah kepada si penjajah. Hal yang tak dilakukan oleh wanita lain pada masa itu.

Semisal berakhirnya perang Vietnam, justru karena beredarnya foto-foto peperangan dari fotografer Internasional yang akhirnya mengakibatkan protes anti perang di Amerikaa dan melahirkan generasi bunga pada masa itu.

Lalu bagaimana dengan kondisi Kartini tidak "melawan" ketika dinikahkan oleh ayahnya dengan bupati Rembang? Tentu dalam perspektif "emansipasi umum", keadaan ini tak bisa disamakan. Lihat lagi posisi historis Kartini dilahirkan. Tidak "melawan" dikarenakan "maenstream" masyarakat pada masa itu tak kuasa untuk dilawan. Selain itu kepatuhan dan penghormatan kepada ayahnya membuat Kartini tak kuasa melawan pada masa itu (lihat kembali kondisi sosial budaya dimana Kartini hidup).

Akhirnya marilah terus mempertanyakan posisi historis seorang pahlawan (mengkritisi), agar tak di-mitoskan tanpa benar-benar kita fahami bagaimana langam, kisahnya  hadir. Seperti kata Bung Hatta "karena memitoskan seseorang akan membuat kita menjadi insan yang tidak waras".

Terakhir sekali untuk seluruh wanita Indonesia, Terus berkarya, perjuangan Kartini tidaklah sia-sia.

END


Tak Mengapa Kukisahkan Sendiri

Ingin kukisahkan rinduku pada angin
Takutku angin menyeru badai

Ingin kukisahkan resahku pada malam
Takutku malam menjelma kelam

Ingin kukisahkan sesakku pada hujan
Takutku hujan mengundang bingar

Tak mengapa
Kukisahkan sendiri
Rinduku pada desah resahku

Tak mengapa
Kukisahkan sendiri
Resahku pada gelap jiwaku

Tak mengapa
Kukisahkan sendiri
Sesakku pada resah nantiku

Tak mengapa
Kukisahkan sendiri

.........

Japan, 22 April 2016

Selasa, 19 April 2016

Kekasihku


Kekasihku
Ada anak kecil mati di pelukan ibunya
Inginku hanyalah mati di pelukanmu sayangku

Ada orang bermimpi melihat Fuji
Inginku hanyalah melihat senyummu cintaku

Ada lelaki berkelana untuk mendengarkan suara jiwanya
Inginku hanyalah mendengar tawa renyahmu manisku

Kekasihku
Pernah ada suatu masa
Rindu menjelma kejam seperti pisau tajam mengiris sembilu
Meninggalkan perih, luka menganga

Pernah ada suatu masa
Menunggu menjelma risau
Seperti badai menerbangkan asa membuatnya tiada
Meninggalkan resah dan gunda sesudahnya

Pernah ada suatu masa
Jarak menjelma bosan
Seperti kabut selimuti dinding penantian
Menutup segala rasa, membuatnya tiada

Pernah ada suatu masa
Cinta menjelma benci
Seperti angin musim dingin menjatuhkan daun terakhir musim gugur
Kering, sesak, gersang tak bernyawa

Namun
kekasihku
Rindu, jarak dan menunggu adalah instrumen sebuah tarian
walau tak ada yang tahu kita menari
Itu tetaplah tarian indah
Tarian cinta

Kekasihku
pernah ada suatu masa

.....


Jepang, 19 April 2016