Kekasihku
Ada anak kecil mati di pelukan ibunya
Inginku hanyalah mati di pelukanmu sayangku
Ada orang bermimpi melihat Fuji
Inginku hanyalah melihat senyummu cintaku
Ada lelaki berkelana untuk mendengarkan suara jiwanya
Inginku hanyalah mendengar tawa renyahmu manisku
Kekasihku
Pernah ada suatu masa
Rindu menjelma kejam seperti pisau tajam mengiris sembilu
Meninggalkan perih, luka menganga
Pernah ada suatu masa
Menunggu menjelma risau
Seperti badai menerbangkan asa membuatnya tiada
Meninggalkan resah dan gunda sesudahnya
Pernah ada suatu masa
Jarak menjelma bosan
Seperti kabut selimuti dinding penantian
Menutup segala rasa, membuatnya tiada
Pernah ada suatu masa
Cinta menjelma benci
Seperti angin musim dingin menjatuhkan daun terakhir musim gugur
Kering, sesak, gersang tak bernyawa
Namun
kekasihku
Rindu, jarak dan menunggu adalah instrumen sebuah tarian
walau tak ada yang tahu kita menari
Itu tetaplah tarian indah
Tarian cinta
Kekasihku
pernah ada suatu masa
.....
Jepang, 19 April 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar