Yosh....
Kemaren malam sempat chat sama kawan lama. Dia bilang ngakak setelah baca postingan di blog ini. Walau setiap postingannnya selalu berhubungan sama cewek, over all dia bilang "you rock dude".
Dia benar-benar sok tahu, jelas-jelas blog ini ngak ada hubungannya dengan musik rock. Sebagai teman yang baik, walau gue ngak suka musik rock. Saweran 10 rebuan tetap melayang. "_"
*****
Malam ini hati gue gunda gulana, pulang kerja lihat nasi udah habis, lupa masak. Buka kulkas isinya bawang merah doank. Buka baju, lihat dada masih kosong, udah lama nggak ada cewek yang nyandarin kepalanya di situ. Nangis di pojokan kamar
Buka facebook, isinya undangan nikah. Buka twitter, isinya twit pak SBY merasa difitnah sama pemerintahan JKW-JK. Buka Instagram, isinya foto pengantin baru yang lagi bulan madu. Buka Friensdter, isinya foto mantan yang lama waktu dia masih unyu-unyu, aih gagal deh move on nya. Buka hati, eh masih kosong, berdebu, Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang ditembok keraton putih...
Tuhan, ambil saja nyawaku.... Aku tak sanggup lagi....
.........
Melihat teman-teman seangkatan yang pamer kemesraan dengan pasangan masing-masing, gue jadi kefikiran untuk nyari pasangan juga. Ah tanggung, sekalian aja nyari isteri.
Nah kebetulan gue lagi di Jepang, jadi ya sekalian perbaiki keturunan. Lirik-lirik anak tetangga, kali aja bisa diculik.
So, buat kamu-kamu kawula muda yang lagi nyari strategi paling jitu menaklukan hati wanita Jepang. Syukur-syukur bisa diangkut ke Indonesia. Lebih baik siapkan popcorn, Coca Cola, kaca mata tiga dimensi. Tulisan kali ini akan stright to the point tentang cara paling jitu menikahi wanita Jepang.
1
Sediakan dokumen
Cek - cek lemari...
Yosh....! dokumen gue lengkap, SKCK, ijazah SD, SMP, SMA, Kuliah, Surat keterangan tidak mampu dari kelurahan, Foto 3 x 4 (6 lembar), plus sertifikat-sertifikat.
B*n*ke,,, emang mau ngelamar kerjaan. Elo mau ngelamar cewek woy,,,, bangun,,,
Udah jangan serius-serius. hehe
Dokumen yang gue maksud adalah, dokumen yang bisa memastikan kalo kamu tidak sedang dalam pelarian, kan kasian kalo calon isterinya di ajak nikah sambil lari. Gue mah kasihan sama penghulu, tamu undangan, orang tua, tukang foto, apalagi kalo kakek-nenek kamu juga ikut hadir, semua ikutan lari-lari karena kamu sedang dalam "pelarian".
| Passport Kartu Keluarga Sertifikat Kelahiran | ||
| Surat Keterangan Belum Menikah | ||
| Surat Ijin Menikah dari Orang Tua | ||
| Dan sejumlah dokumen lain yang mungkin diperlukan, seperti Surat Keterangan Orang Asing dari Kepolisian. |
Kalo dokumen udah lengkap, tentu probabilitas untuk menaklukan hati wanita pujaan semakin besar.
Setuju bro...?
NEXT
2
Lelaki Mandiri
Walau kamu sedang dalam pelarian, kamu masih bisa mandiri (mandi sendiri), sikat gigi sendiri, makan sendiri, masak sendiri, tidur sendiri.
udah bang, udah. Ngak kuat menahan penderitaan ini. hehe
Mendapatkan perhatian wanita Jepang, ngak sulit-sulit amat. Pertama, rajin-rajinlah ngaca apakah kamu udah mandiri ato ngak. Bisa mandi sendiri ngak dihitung sebagai mandiri. hehe
udah bang, udah. Ngak kuat menahan penderitaan ini. hehe
Mendapatkan perhatian wanita Jepang, ngak sulit-sulit amat. Pertama, rajin-rajinlah ngaca apakah kamu udah mandiri ato ngak. Bisa mandi sendiri ngak dihitung sebagai mandiri. hehe
Di Jepang, sejak remaja sudah terbiasa mandiri. Keluar dari rumah, tinggal di apartemen masing-masing. And ngak ada lagi campur tangan orang tua lagi. Artinya kamu juga harus mandiri dong ya kalo mau menikahi wanita mandiri.
3
Kelakuan Saat mabuk
Mabuk adalah hal yang biasa dalam kehidupan di Jepang. Pulang dalam keadaan mabuk setelah minum dengan rekan kerja bukanlah dosa bagi wanita Jepang. Namun, mereka akan menilai kelakuan elo saat mabuk. Jika elo berubah menjadi Godzilla dan mulai menginjak-nginjak gedung, wanita Jepang akan berubah menjadi ultraman dan meledakkan elo dengan laser beam.
Maksud gue, kalo mabuk ya jangan resek. Biasa aja gitu loh. Kalo ngak bisa, ya Wassalam... Angkat koper ke Indonesia.
4
Siap Jiwa Raga
Ini bahasan paling penting. Tambah popcorn
Pacaranlah dengan wanita Jepang, dan jangan pernah menikah.
Kalimat menohok ini adalah wejangan dari seorang kenalan. Kalimatnya sengaja gue kasi BOLD. Biar elo faham bahwa bukanlah hal yang mudah hidup bersama wanita Jepang, memiliki anak, berumah tangga.
Menaklukan hati wanita Jepang bukanlah perkara sulit, beda-beda tipis sama Indonesia. Asal elo-elo semua bisa memenuhi semua kriteria diatas. Namun perkara menikah dan hidup bersamalah yang membuatnya menjadi rumit.
Walau sekarang pernikahan Internasional dan mempunyai tabungan bersama sedang trend, entah mengapa gue ngak pernah tertarik. Ceweknya sih manis-manis. SUMPAH. Pengen gue culik, masukin koper, kirim ke Indonesia. Tapi... (ahh sudahlah...)
"Lain padang, lain belalang"
Kira-kira itu ungkapan paling tepat untuk mengungkapkan perbedaan budaya Jepang dan Indonesia.
Ada banyak perbedaan yang terlalu ekstrim dalam dunia percintaan di Jepang, misalnya : pengelolaan keuangan mutlak di tangan isteri, uang suami adalah uang isteri, namun uang isteri bukanlah uang suami. Aih, kejam.
Bagi gue, ini agak aneh dan tak masuk akal. Namun, bagi lelaki Jepang ini adalah hal yang lumrah.
Alasannya ?
Aukkkkk ahhhh, gelap. hehehe
Setelah menikah, wanita Jepang sangat serius dengan profesi baru sebagai ibu rumah tangga. Alhasil seluruh keuangan keluarga berada di pundak lelaki.
Alamak, hobby gue ke GAME CENTER bisa wassalam.
Jika dilihat secara sekilas, ini adalah hal yang lumrah di negara manapun, termasuk Indonesia. Namun jika sedikit diselami (asal jangan sampe tenggelam), masalahnya cukup rumit. Biaya hidup di Jepang sangat besar. So, bayangin aja, kalo elo punya anak dan isteri ngak kerja, keuangan diatur isteri. TAMAT hidup lo pastinya.
Setelah menikah, wanita Jepang sangat serius dengan profesi baru sebagai ibu rumah tangga. Alhasil seluruh keuangan keluarga berada di pundak lelaki.
Alamak, hobby gue ke GAME CENTER bisa wassalam.
Jika dilihat secara sekilas, ini adalah hal yang lumrah di negara manapun, termasuk Indonesia. Namun jika sedikit diselami (asal jangan sampe tenggelam), masalahnya cukup rumit. Biaya hidup di Jepang sangat besar. So, bayangin aja, kalo elo punya anak dan isteri ngak kerja, keuangan diatur isteri. TAMAT hidup lo pastinya.
Ngak enak ah ceritain yang buruk-buruk tentang negara orang.
Pengen cerita banyak sih, biar mblo-mblo macam kita ini jadi pintar. Namun takut kepanjangan. Bikin penasaran boleh dong ya.
Ceritanya kapan-kapan lah, kalo lemburan lagi sedikit. Malas ngetik coy. hehe
*****
Semoga tulisan ini tidak menjerumuskan.
Sampai detik ini, gue tetap tak bisa kompromi dengan pacaran. Gue percaya, nyari pacaran yang halal itu sama kayak nyari babi yang halal. Ngak akan pernah ketemu.
Maksudnya bang?
Ya, abaikan semua tips di atas. kalimat Pacaranlah dengan wanita Jepang, dan jangan pernah menikah adalah seruan keras untuk mencintai produk dalam negeri. MERDEKA...!!!
Akhir kata, meminjam kalimat teman gue : Mblo, mblo, pacar aja ngak punya. Pake mau kasi tips menaklukan hati wanita Jepang. Ngaca, ngaca.
Sampai detik ini, gue tetap tak bisa kompromi dengan pacaran. Gue percaya, nyari pacaran yang halal itu sama kayak nyari babi yang halal. Ngak akan pernah ketemu.
Maksudnya bang?
Ya, abaikan semua tips di atas. kalimat Pacaranlah dengan wanita Jepang, dan jangan pernah menikah adalah seruan keras untuk mencintai produk dalam negeri. MERDEKA...!!!
Akhir kata, meminjam kalimat teman gue : Mblo, mblo, pacar aja ngak punya. Pake mau kasi tips menaklukan hati wanita Jepang. Ngaca, ngaca.
Eits sorry bro, ini pilihan hidup. hehe
| END |
Cerita lain hidup saya selama di Jepang bisa dilihat di channel youtube saya

