Jumat, 29 Mei 2015

Cara Menikahi Wanita Jepang

Yosh....

Kemaren malam sempat chat sama kawan lama. Dia bilang ngakak setelah baca postingan di blog ini. Walau setiap postingannnya selalu berhubungan sama cewek, over all dia bilang "you rock dude". 

Dia benar-benar sok tahu, jelas-jelas blog ini ngak ada hubungannya dengan musik rock. Sebagai teman yang baik, walau gue ngak suka musik rock. Saweran 10 rebuan tetap melayang.  "_"

*****

Malam ini hati gue gunda gulana, pulang kerja lihat nasi udah habis, lupa masak. Buka kulkas isinya bawang merah doank. Buka baju, lihat dada masih kosong, udah lama nggak ada cewek yang nyandarin kepalanya di situ. Nangis di pojokan kamar

Buka facebook, isinya undangan nikah. Buka twitter, isinya twit pak SBY merasa  difitnah sama pemerintahan JKW-JK. Buka Instagram, isinya foto pengantin baru yang lagi bulan madu. Buka Friensdter, isinya foto mantan yang lama waktu dia masih unyu-unyu, aih gagal deh move on nya. Buka hati, eh masih kosong, berdebu, Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang ditembok keraton putih...

Tuhan, ambil saja nyawaku.... Aku tak sanggup lagi....

.........

Melihat teman-teman seangkatan yang pamer kemesraan dengan pasangan masing-masing, gue jadi kefikiran untuk nyari pasangan juga. Ah tanggung, sekalian aja nyari isteri.

Nah kebetulan gue lagi di Jepang, jadi ya sekalian perbaiki keturunan. Lirik-lirik anak tetangga, kali aja bisa diculik.

So, buat kamu-kamu kawula muda yang lagi nyari strategi paling jitu menaklukan hati wanita Jepang. Syukur-syukur bisa diangkut ke Indonesia. Lebih baik siapkan popcorn, Coca Cola, kaca mata tiga dimensi. Tulisan  kali ini akan stright to the point tentang cara paling jitu menikahi wanita Jepang.

1
Sediakan dokumen

Cek - cek lemari...

Yosh....! dokumen gue lengkap, SKCK, ijazah SD, SMP, SMA, Kuliah, Surat keterangan tidak mampu dari kelurahan, Foto 3 x 4 (6 lembar), plus sertifikat-sertifikat.

B*n*ke,,, emang mau ngelamar kerjaan. Elo mau ngelamar cewek woy,,,, bangun,,,

Udah jangan serius-serius. hehe

Dokumen yang gue maksud adalah, dokumen yang bisa memastikan kalo kamu tidak sedang dalam pelarian, kan kasian kalo calon isterinya di ajak nikah sambil lari. Gue mah kasihan sama penghulu, tamu undangan, orang tua, tukang foto, apalagi kalo kakek-nenek kamu juga ikut hadir, semua ikutan lari-lari karena kamu sedang dalam "pelarian".


Passport
Kartu Keluarga
Sertifikat Kelahiran

Surat Keterangan Belum Menikah
Surat Ijin Menikah dari Orang Tua

Dan sejumlah dokumen lain yang mungkin diperlukan, seperti Surat Keterangan Orang Asing dari Kepolisian.

Kalo dokumen udah lengkap, tentu probabilitas untuk menaklukan hati wanita pujaan semakin besar.

Setuju bro...?

NEXT

2
Lelaki Mandiri

Walau kamu sedang dalam pelarian, kamu masih bisa mandiri (mandi sendiri), sikat gigi sendiri, makan sendiri, masak sendiri, tidur sendiri.

udah bang, udah. Ngak kuat menahan penderitaan ini. hehe

Mendapatkan perhatian wanita Jepang, ngak sulit-sulit amat. Pertama, rajin-rajinlah ngaca apakah kamu udah mandiri ato ngak. Bisa mandi sendiri ngak dihitung sebagai mandiri. hehe

Di Jepang, sejak remaja sudah terbiasa mandiri. Keluar dari rumah, tinggal di apartemen masing-masing. And ngak ada lagi campur tangan orang tua lagi. Artinya kamu juga harus mandiri dong ya kalo mau menikahi wanita mandiri.

3
Kelakuan Saat mabuk

Mabuk adalah hal yang biasa dalam kehidupan di Jepang. Pulang dalam keadaan mabuk setelah minum dengan rekan kerja bukanlah dosa bagi wanita Jepang. Namun, mereka akan menilai kelakuan elo saat mabuk. Jika elo berubah menjadi Godzilla dan mulai menginjak-nginjak gedung, wanita Jepang akan berubah menjadi ultraman dan meledakkan elo dengan laser beam.

Maksud gue, kalo mabuk ya jangan resek. Biasa aja gitu loh. Kalo ngak bisa, ya Wassalam... Angkat koper ke Indonesia.

4
Siap Jiwa Raga

Ini bahasan paling penting. Tambah popcorn

Pacaranlah dengan wanita Jepang, dan jangan pernah menikah.

Kalimat menohok ini adalah wejangan dari seorang kenalan. Kalimatnya sengaja gue kasi BOLD. Biar elo faham bahwa bukanlah hal yang mudah hidup bersama wanita Jepang, memiliki anak, berumah tangga.

Menaklukan hati wanita Jepang bukanlah perkara sulit, beda-beda tipis sama Indonesia. Asal elo-elo semua bisa memenuhi semua kriteria diatas. Namun perkara menikah dan hidup bersamalah yang membuatnya menjadi rumit.

Walau sekarang pernikahan Internasional dan mempunyai tabungan bersama sedang trend, entah mengapa gue ngak pernah tertarik. Ceweknya sih manis-manis. SUMPAH. Pengen gue culik, masukin koper, kirim ke Indonesia. Tapi... (ahh sudahlah...)

"Lain padang, lain belalang"
Kira-kira itu ungkapan paling tepat untuk mengungkapkan perbedaan budaya Jepang dan Indonesia.

Ada banyak perbedaan yang terlalu ekstrim dalam dunia percintaan di Jepang, misalnya  : pengelolaan keuangan mutlak di tangan isteri, uang suami adalah uang isteri, namun uang isteri bukanlah uang suami. Aih, kejam.

Bagi gue, ini agak aneh dan tak masuk akal. Namun, bagi lelaki Jepang ini adalah hal yang lumrah.

Alasannya ?

Aukkkkk ahhhh, gelap. hehehe

Setelah menikah, wanita Jepang sangat serius dengan profesi baru sebagai ibu rumah tangga. Alhasil seluruh keuangan keluarga berada di pundak lelaki. 

Alamak, hobby gue ke GAME CENTER bisa wassalam.

Jika dilihat secara sekilas, ini adalah hal yang lumrah di negara manapun, termasuk Indonesia. Namun jika sedikit diselami (asal jangan sampe tenggelam), masalahnya cukup rumit. Biaya hidup di Jepang sangat besar. So, bayangin aja, kalo elo punya anak dan isteri ngak kerja, keuangan diatur isteri. TAMAT hidup lo pastinya.

Ngak enak ah ceritain yang buruk-buruk tentang negara orang.

Pengen cerita banyak sih, biar mblo-mblo macam kita ini jadi pintar. Namun takut kepanjangan. Bikin penasaran boleh dong ya.

Ceritanya kapan-kapan lah, kalo lemburan lagi sedikit. Malas ngetik coy. hehe

*****

Semoga tulisan ini tidak menjerumuskan. 
Sampai detik ini, gue tetap tak bisa kompromi dengan pacaran. Gue percaya, nyari pacaran yang halal itu sama kayak nyari babi yang halal. Ngak akan pernah ketemu.

Maksudnya bang?

Ya, abaikan semua tips di atas. kalimat Pacaranlah dengan wanita Jepang, dan jangan pernah menikah adalah seruan keras untuk mencintai produk dalam negeri. MERDEKA...!!!

Akhir kata, meminjam kalimat teman gue : Mblo, mblo, pacar aja ngak punya. Pake mau kasi tips menaklukan hati wanita Jepang. Ngaca, ngaca.

Eits sorry bro, ini pilihan hidup. hehe

| END |

Cerita lain hidup saya selama di Jepang bisa dilihat di channel youtube saya 

Kamis, 28 Mei 2015

Apa Kabar Kawan? Kudengar Kapalmu Karam


Apa kabarmu kawan, kudengar kapalmu sedikit oleng dan hampir karam.

Ah, bagaimana bisa? kau yang kukenal tak seperti itu, tak mudah dijatuhkan.

Aku mengenal dan mulai menyukaimu karena kau adalah seorang pembual. Pembual tak banyak yang menyukai, namun aku merasa ada "nyawa" di dalam bualanmu.

Kau bilang, suatu hari nanti akan melanjutkan studimu ke Australia. Aih kawan, membayangkannya saja aku sampai merinding. Tempat terjauh aku pernah melangkahkan kaki adalah Lombok.  Itu masih satu provinsi dimana kita dilahirkan. Dan kau berkata akan pergi ke Australia.

Obrolan tentang impian sering kau ucapkan saat kita duduk berdua di belakang warung Bias, sambil menunggu wanita pujaan hatimu. Yang entah kenapa tak pernah berani kau dekati. (ah, andai wajahku secakep kamu).

Kau tahu kawan, ketika aku berkata "jika bisa kita mimpikan, pasti bisa kita wujudkan", aku malu dengan diriku sendiri. Kuliah hampir selesai, bahasa inggris cuma modal "yes" dan "no", kerjaan gak ada, bahkan hidup bingung mau dibawa kemana.

Namun kutunjukkan wajah paling antusias dan semangat yang aku miliki, agar kau percaya bahwa akupun percaya dengan apa yang engkau mimpikan.

Kau tahu, mengapa aku tak mungkin melupakanmu? Kamus pemberianmu telah membawaku melangkah cukup jauh. Ada janji kita di setiap lembarannya yang membuatku enggan menyurutkan langkah.

Aku tak tahu, saat ini harus bersedih atau gembira. Aku tak mampu membeli kamus Bahasa Jepang, dan kau meminjamkannya. Tentu kau tak lupa, kita sepakat bahwa mencuri ilmu tak dihitung dosa. Termasuk meminjam buku dan tak mengembalikannya.

Kau pula yang membujukku untuk mengikuti tes PPAN (Pertukaran Pemuda Antar Negara). Tes yang membuka mataku bahwa aku tak punya apa-apa. Aku miskin segala-galanya.

Aku ingat betul tes waktu itu, kau terhenti di tahap pertama, namun aku berhasil melangkah. Hasil akhir keluar, aku berada pada posisi ke 5 (dari belakang).
Kau bilang "cobalah lain kali".

Lalu dengan cara yang aneh, memulai belajar segalanya dari NOL. Aku berhasil menjejaki negara Tirai Bambu. Menjadi bagian dari 100 pemuda Indonesia pilihan dalam Program Indonesia China Youth Exchange Program.

Aneh sekali... Anak kampung di Tembok Besar Cina.




Aku bukan tak ingat dengan impian kita untuk menjejakkan kaki di Australia. Izinkan aku memulai dengan cara berbeda, menjadi kuli di Jepang. Suatu saat nanti, yakinlah, dengan cara yang aneh kita ke sana.

*****

Kawan, beberapa saat yang lalu kedengar orang yang kau cintai akan menikah dengan orang lain. Aih, mendengarnya aku merinding. Aku tahu betul, besarnya cintamu mengalahkan besarnya hutang kita di warung Bias. hehe

Kau bilang kau bisa ihlas, tapi tetap tak akan bisa berdamai dengan dirimu sendiri.

Adooooo sanak e.

Ada yang bilang, lelaki Sumbawa tercipta dari CINTA (ngarang). Urusan putus cinta adalah urusan yang rumit. Tapi kita liat seperti tembaga. Itu loh produk utama PT Newmont. Karena itulah kita tak mudah menyerah.

Putus cinta itu biasa, tapi patah hati adalah pilihan.

Semoga pilihanmu tepat.
sorry, kamusnya dekil banget ya... hehhehe