![]() |
| via vemale.com |
Beberapa hari ini sempat kontak lagi dengan beberapa teman SMA. Nah beberapa dari mereka ada yang sudah menikah dan ada yang punya anak. Ada yang masih jomblo, ada juga yang masih menunggu cinta Kristen Stewart. Sumpah ini bukan gue
Yang paling mengesalkan saat kontak teman lama adaalah, sering kali kita mendapat pertanyaan yang bikin kesal.
"lagi dimana sekarang?"
"di planet Mars"
"ngapain?"
"mencari 7 bolah naga untuk mengivasi bumi"
"..." lalu ganti topik
"kamu suka ngemil kecoa gak?"
Pertanyaan 'lagi di mana sekarang', adalah kalimat halus dari pertanyaan 'sekarang kerja di mana?'. dan mahluk Tuhan yang berani bertanya seperti ini pada dasarnya ingin pamer kerjaannya sekarang. dafuq
Namun bukan itu bahasan kita kali ini. SKIP
*****
Kali ini gue ingin bahas riset sederhana tentang jodoh dari perspektif jenjang pendidikan dan karir. Riset ini adalah kesimpulan dari kehidupan banyak orang (ngak enak bilang pengalaman pribadi), biar hidup gue mereka yang menyedihkan tidak berulang lagi. keren kan gue?
SMP dan SMA, cenderung memilih pasangan yang cute, populer di sekolah.
Kuliah, cenderung memilih lelaki yang udah bisa nyari uang sendiri.
Kerja, cenderung mencari lelaki mapan.
| Sekedar Info |
Dalam sebuah teori probabilitas, dari total 100% kemungkina, 90% kemungkinan ditolak, ada 10% kemungkinan berhasil dari sebuah usaha jika dilakukan secara terus menerus.
Jadi logikanya kalo kalian nembak cewek 10 kali, ada satu yang akan berhasil dan menerima kalian.
Okey kembalii ke bahasan
Gue pernah nembak cewek jaman SMA, ditolak. Dia ngak bilang sih alasannya apa, namun dapat info dari temannya karena tampang gue jelek dan kuper. nangis di pojokan WC Mushollah.
And WTF, setelah itu dia jadian sama lelaki populer di sekolah gue.
Beberapa tahun ngak ketemu, gue nerima undangan pernikahan. Ternyata dia ngak nihah sama cowoknya jaman SMA, melainkan dengan lelaki yang kayaknya sih udah bisa nyari uang sendiri. Biasanya berciri-ciri: lebih pendek, item, buncit.
Jadi jangan heran kalau ada diantara teman kalian yang cantiknya minta ampun seperti Emma Watson, akhirnya menikah dengan lelaki jerawatan, gendut, lebih cocok jadi tukang sapu di rumahnya ketimbang suami.
Terus gimana bang? apa semua cewek itu matre?
Ya ngak tahu (gue bukan cewek).
Kalau nyari pasangan hidup gunakan prinsip investasi. Saat masih muda, cewek cenderung menyukai lelaki yang ganteng, padahal ini investasi yang sifatnya sementara. Nilai investasinya akan berkurang seiring berjalannya waktu.
Namun wanita matre cenderung memilih lelaki mapan. Nah ngak tahu deh nasib keluarganya kalau si cowok udah ngak punya penghasilan yang cukup lagi.
Dan wanita dewasa menyukai lelaki yang berpotensi menjadi hebat karena nilai investasinya akan terus bertambah. Super sekali saudara-saudara!!!
Semisal cerita inspiratif milik Barack Obama dan first lady Michelle Obama bisa dijadikan rujukan.
Suatu hari mereka minum di sebuah kedai kopi. Lalu Michelle memulai percakapan, kira-kira begini. (kurang lebihnya mohon maaf)
"kamu tahu ngak, yang punya kedai ini dulu adalah mantan gue?"
"Seandainya kamu menikah dengan dia, mungkin kalian akan punya restoran yang besar"
"tidak, akan kubuat dia menjadi Presiden Amerika Serikat"
"..."Dari cerita di atas, dapat disimpulkan bahwa tidak semua lelaki itu emosi jika pasangannya ngungkit-ngungkit tentang mantan mereka. penonton lembar asbak
sabar sabar, jangan emosi.
Intinya; strong women for strong man. Jika punya niat menjadi lelaki hebat, mulailah dengan berinvestasi mencari pasangan hebat.
Dan logikanya adalah; tidak ada perempuan hebat yang mau sama lelaki pemalas. So, rajin-rajinlah menakar diri sendiri. Logikanya sama seperti lelaki nakal yang ingin menikahi wanita baik-baik. Dan tentu saja tak ada wanita baik-baik yang ingin menikahi lelaki nakal. ITU..!!!
Kalau lelaki bagaimana bang? nyari cewek yang gimana?
Sama aja, kecantikan adalah investasi sementara. Jika nilai investasi berkurang, investor cenderung akan menjual investasinya, atau dalam artian lain mencari investasi yang lebih baik (menikah lagi misalnya).
Sebaik-baiknya perhiasan adalah isteri yang soleha, ini kata H. Rhoma Irama di salah satu lagunya (lupa judulnya apa). Jika perhiasan adalah salah satu barang investasi, maka sebaik-baiknya investasi adalah wanita yang soleha atau berkeperibadian. Nilainya akan terus bertambah hingga akhir masa. tsaaahhhh
Terakhir, anggap aja ini berita baik buat para cowok yang masih kuper, item, dekil. Tak perlu bermuram durja karena segala 'takdir' ngenes itu, berusahalah jadi lelaki mapan. Karena lelaki tampan kalah dengan lelaki mapan.
Walau jauh lebih baik yang tampan dan mapan sih. iya gak iya gak? Oke sip
Walau jauh lebih baik yang tampan dan mapan sih. iya gak iya gak? Oke sip
|END|
