Minggu, 29 November 2015

Menabung Rindu


Surat untuk lelaki yg insya Allah akan jadi Imamku dan Ayah dari anak-anakku

Dari ribuan manusia yg berbahagia
Aku salah satunya
Dari ribuan alasan manusia lain berbahagia
Kamulah salah satunya

Tuhan menjadikanmu arah untukku mengenal diri
Menjadi tempat pulangku
Menjadi rumah dan menemani pulasku

Kau yang memilih lelah untuk membuatku bahagia
Kau yang memilih terluka dan senantiasa berkata 'semuanya baik2 saja'

Menemukan hati senyaman ini
Menemukan riuh rindu yang meluap sepanjang hari
Bulir-bulir bening tak perlu lagi melihat duniaku

Cukup suaramu tertawa
Seakan memaafkan waktu
Aku pun harus begitu

Ribuan mil dari ragamu
Aku memilih menunggu
Ketika kamu pernah berkata 'jangan kemana2'

Hanya do'a yg bisa ku kirimkan setiap harinya
Berbahagialah
Sepertinya halnya aku yg senantiasa bersyukur telah bertemu kamu
I U

#EW

*****


Aihhhh, siapa sangka si Sipit pandai bersajak. Sampai malu aku dibuatnya dengan kalimat-kalimat ini. Bisa jadi, kau lebih berbakat dariku dalam urusan merangkai kata. Jangan kemana-mana, tetap di situ. Seperti janjiku dalam kalimat sederhana semalam. Menunggulah, sungguh tak merugi orang yang menunggu, faham benar dengan hakikatnya dan tak menerabas batas.

to be continued...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar