Akhirnya masa yang ditunggu akan segera tiba.
Apa itu bang? Avatar mengalahkan raja api ozai?
itu biasa.
jadi kawin sama Nabila JKT48?
'SKIP, itu gak mungkin,,, "_"
Naruto jadi kawin sama Hinata?
itu pasti
lalu apa yang tak biasa itu?
Adikku akan wisuda...!! *guling2 sambil teriak-teriak.
Jyah, gue kira apaan, nyantai aja bang, ada ribuan mahasiswa yang wisuda tahun ini jadi itu bukan hal yang spesial.
Iya... karena itu gak spesial makanya gue agak ragu dia akan melewatinya sebagai hal yang spesial.
#baiklah lupakan perbincangan singkat dengan mahluk abstrak barusan. Kembali ke topik.
*****
Surat untuk Adikku
Dek, sungguh kakakmu ini telah mengkopi sempurna sifat pendiam ibu kita. Tapi jangan salah mengerti tentang diamku. Sifat tegas babak kitapun telah terkopi dengan lebih sempurna.
Jadi dengarkan nasehat kakakmu ini.
Sungguh tak mungkin mengatakan ini langsung kepadamu, jadi kupilih cara yang tak biasa ini. MENULIS
Kakakmu tahu, wisuda adalah moment yang sangat indah bagi seorang mahasiswa. Itu terlihat seperti titik akhir sebuah perjuangan panjang bergelut dengan lembaran-lembaran yang berisi ide dan gagasan milikmu sendiri.
Keberhasilan mengalahkan pembimbing kasar dengan kumis tebal seperti Gatot Kaca sayang gak bisa terbang. Itu juga adalah salah satu puncak keberhasilan.
Tapi, kakakmu mohon jangan terbuai dengan keadaan, itu adalah awal, kau harus melangkah menjejaki kehidupan sebenarnya. Berlarilah, jangan ragu. Berlarilah sekuat tenaga hari ini agar besok bisa menghela nafas untuk berlari kembali.
Janganlah gugup, kakakmu tahu, ada ribuan atau mungkin jutaan lelaki muda sepertimu yang gugup menghadapi kenyataan bangsa kita INDONESIA. Lowongan pekerjaan yang tak banyak, pun itu juga harus diperebutkan oleh banyak orang yang siap melakukan segala hal untuk mendapatkannya.
Cobalah untuk tetap jujur dalam menjalani hidup ini. Kemenangan yang hakiki adalah saat kejujuran tak mampu tergadaikan karena ingin menang.
Kakakmu bahagia, tapi bagian lain dari hati ini remuk redam, kau akan merasakan apa yang aku rasakan dulu. GUGUP
Dek, anak lelaki itu harus punya tulang punggung yang lebih kuat. Kita tak pernah tahu kapan tulang punggung bapak kita akan melemah. Jika itu terjadi segeralah untuk menopangnya.
Dek, aku mahfum sekali.
Seorang lelaki yang kuat, telah diwisuda. Namun masih meminta uang kepada orang tua. Sungguh hina sekali lelaki itu.
Jika kau tak tersinggung dengan perkataan ini. Maka itu adalah sebuah masalah. TERSINGGUNGlah, karena tak ada neraka yang lebih panas dari hati seorang lelaki yang tersinggung.
Kelilingi dunia ini, temukan wisdommu sendiri, saat itu, temui aku. Sebut aku sesukamu. Bahkan jika kau menyebutku seorang pembual busuk, sungguh aku rela. Karena saat itu adalah saat kau berhasil mengalahkanku. Saat itulah aku MENANG.
Terakhir
Dek, kau tak tahu rasanya menjadi anak pertama. Anak pertama lahir dan tumbuh bersama dengan peluh keringat dan darah orang tua kita membangun hidup. Jangan salahkan aku mengapa aku begitu kaku, jarang tersenyum.
Aku tak akan meminta maaf
Selama ini telah menjadi kakak yang jahat.
Aku faham sekali apa yang telah aku lakukan. Kau punya masalah, aku diamkan. Percalah, itu caraku untuk mendidikmu. Belajarah menyelesaikan apa yang kau mulai, selesaikan masalahmu sendiri jangan pernah meminta belas kasihan kepada orang lain.
Sungguh, tak apalah aku menjadi setan di matamu. Asal karena itu kau menjadi lelaki yang lebih dewasa dan bermartabat.
Jepang, 10 Agustus 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar