Senin, 22 September 2014

Mengapa penjahat kecil?

Setelah beberapa bulan hidup di Jepang, aku mulai mengenal sebuah sifat manusia lainnya.

"jika lembur temanmu tak ada dalam sebulan, kau akan merasa sedih, tapi jika lemburnya lebih banyak kamu lebih sedih lagi"


hayo yang ngerasa tunjuk tangan.


*lempar mesin las, eits gue menghindar.



****
Sebenarnya gue takut. Gue takut, karena hukum alam tak bisa dilawan. Sesuatu yang kecil pasti menjadi besar.

Nah gue takut, kalo hari ini gue adalah penjahat kecil. Takut banget kalo nanti menjadi penjahat besar. Atau malah menjadi penjahat kelas kakap.

Alahhhh,,,, ngomong apa ini???

Fokus fokus...

OK gue jawab.

Sebenarnya kata penjahat kecil adalah semacam jargon dari Sensei kami saat masih pelatihan di Indonesia.

Tentu ada alasan mengapa memanggil kami seperti itu.
Sensei memprediksi kami akan mulai melakukan kenakalan-kenakalan kecil saat mulai berada di Jepang.

Dan memang benar terbukti, kejahatan kecil seperti mengakali mesin penjual otomatis. Bahkan yang paling parah naik kereta tanpa bayarpun sering kali gue lakukan.

Sombong banget ya, beberapa kali maksudnya.

Kata senpai, kalo bayar full gak mungkin bisa jalan-jalan.

Ya ada benarnya,
misal, mau jalan dari tempat gue ke Tokyo kudu ngerogoh kantong agak dalam dikit. Apalagi kalo mau maen ke Kyoto. wuihhhhhhh....! bisa kering sekeringnya kantong ini.

Selain penjahat kecil, gue mendapat semacam panggilan baru dari anak-anak Indonesia di Jepang, BOLANG. Benar saja, beberapa tempat yang tak pernah ditemukan oleh senior bisa aku temukan saat hari ke dua berada di Jepang. Aku pergi lebih jauh mengelelingi Jepang melibihi apa yang telah dilakukan senior saat bulan pertama.

Jika boleh menyebut atau menamakan diri sendiri, aku menyebut diriku petualang. Itu saja.... Walau banyak sahabat yang memilih menyebutku traveler gila. Ya hanya traveler gila yang mendaki Fuji sendiri, padahal orang lain membuat kelompok agar aman sejak meninggalkan rumah.

Hanya orang gila yang meninggalkan rumah mengelilingi Tokyo pada minggu pertama mulai bekerja. Padahal jarak rumah ke Tokyo 4 jam kereta. Kata senior apa yang kulakukan tak pernah dilakukan junior lain sebelumnya.

Sebenarnya ingin ku tahan saja, tapi niat untuk melihat tempat baru sungguh tak dapat ditahan dan dibendung.

Jadi, ambil ransel dan bertualang.

Siapapun kamu, kenshuusei di seluruh Jepang, mari berhenti menjadi penjahat kecil, jalani hidup ini lurus selurusnya. Biar masuk surga. AMIN


Ibarat analogi memancing, semakin lama jika memancing gak berhenti-henti pasti bak penampungnya penuh. Semakin lama melakukan kejahatan, pasti ketahuan.


Akhir kata, hati-hati jangan sampai berakhir di kantor polisi. OK


END


4 komentar:

  1. Dari kemarin penasaran dengan maksud penjahat kecil,, sekarang baru paham...
    :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. syukurlah, yang penting jangan gagal faham... heheheh

      cie yang bentar lagi tulisannya diterbitin

      Hapus
  2. hati-hati loh
    jangan sampe ketangkep

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekali-sekali bang ngerasain penjara jepang kayak gimana

      Hapus