Rabu, 03 September 2014

Mengapa Harus Bermimpi

Manusia tanpa mimpi, bagaikan Peserta Magang Jepang tanpa bubuk ajaib, HAMBAR.

eitsssss, jangan nyinyir dulu.

Ini kenyataan, sejak hidup di Jepang gue jadi pandai masak, masakan apa aja bisa gue buat. 
Ehemmmmmmm, tolong digaris bawahi, bisa gue buat belum tentu bisa dimakan.

Tentu saja dengan bantuan bubuk ajaib yang hanya diproduksi di Indonesia. Perlu waktu sebulan untuk bisa mendatangkannya dari Indonesia. Ini adalah bubuk tak ternilai dalam hidup gue. Gak bisa gue bayangin hidup gue tanpanya.

Pernah sekali gue lupa beli, dan rasanya hambar sekali selama sebulan.

kok sebulan.

Ya begitulah, sebulan adalah waktu yang lama untuk sebuah penantian. Harap maklum, penjualnya datang sebulan sekali. Jadi yaaaaaaaaa, sekali lagi harap maklum.

OK fokus fokus.

Bicara tentang apa bang?

MASAKO

****

Jika berbicara tentang mimpi, gue gak kuat. Panas, ampun, ampun. *lambaikan tangan
Kepala gue pusing, udah gue jedotin ke tembok berkali-kali gak ilang-ilang.

Bicara tentang mimpi, sakitnya di sini *nunjuk ubun-ubun.

Ada banyak definisi tentang mimpi, ini lebih rumit dari rumus alogaritma atau aljabar.

Karena gue gak suka yang rumit, gue coba bikin se-simple mungkin biar elo juga ngerti. OK... Mimpi jangan didefinisikan terlalu rumit. Kata emak gue, mimpi adalah sesuatu yang jika kamu sebutin akan membuat kamu menangis. Pantas aja pas gue sebutin nama Kristen Stewart, gue suka menitikan air mata.

Asekkkkkkkk

Jika boleh jujur, dan jika elo pernah membaca tentang uzumaki, elo akan mengerti mengapa mimpi itu perlu dan penting.

OK, gue serius.

Manusia miskin dan berani hidup tanpa mimpi adalah manusia yang nekat hidup.

Kalo boleh cerita dikit. boleh ya,,,,, PLIZZZZZZZ

hidup gue dulunya flat sekali. Mimpi tertinggi gue adalah menjadi PNS, menikah dengan pacar gue, (ehem sorry, sekarang udah jadi mantan) yang juga punya mimpi yang sama. Saat itu indah sekali rasanya dunia.

Semua itu semakin lengkap karena lingkungan juga ambil bagian membentuk karakter itu. Hidup di daerah pedalaman, melalui masa kecil tanpa listrik, sering gak bisa makan ikan karena pasar jauhnya berkilo-kilo.Tapi, gue bahagia.

Hidup dalam lingkungan marginal yang mendewakan profesi PNS. Tentu saja mindset gue begitu2 aja seperti orang kebanyakan. 3 tahun kuliah dan gue masih setia dengan cara berfikir itu. Sampai akhirnya semua berubah setelah negara api menyerang.

Di akhir masa-masa menderita gue sebagai mahasiswa. Gue mulai menemukan oasis, pelepas dahaga, penunda lapar gue. hehehehe

Gue bertemu banyak teman dengan mimpi yang sama, semuanya ingin menaklukan dunia. Serammmmmmmm.

Sejak saat itu, mimpi MENGELILINGI DUNIA datang begitu saja, dan anehnya otak dan hati gue memberinya tempat yang rapi. Semacam pengisi lubang di hati. Lalu, bertahanlah dia di sana hingga saat ini.

Terus terang, gue penakut. Gue takut kalah jika terus bermimpi. Tapi berani ada karena rasa takut ada. Dan keberanian adalah rasa takut yang kita kalahkan.

Cobalah menjadi manusia tuli. Tuli terhadap ejekan, kalimat negatif yang mencoba menjatuhkan, dan rasakanlah merdeka yang sebenarnya.

Jika ada yang menyebutmu pembual karena berani bermimpi, biarlah. Mereka tak punya apa yang kau miliki. KEBERANIAN.

Keep moving forward dude...!!! biarkan waktu yang membuktikan kau adalah pemimpi sejati atau tak lebih dari seorang pembual busuk dengan angan-angan kosong.

_END_

2 komentar:

  1. "biarkan waktu yang membuktikan kau adalah pemimpi sejati atau tak lebih dari seorang pembual busuk dengan angan-angan kosong"

    Nice quote,numpang share

    BalasHapus