Sabtu, 02 Juli 2016

Cara (paling) Mudah Bekerja Ke Jepang

"bro, kerja di Jepang enak banget, bisa jalan-jalan, ajakin lah"
"Ayo ke sini bro" 
"Caranya gimana?"
"Lah, emang gue fikirin" 
Setelah banyak orang bertanya cara agar bisa melupakan mantan bekerja di Jepang, gue jadinya kepikiran bikin tulisan ini. Ya setidaknya bisa menjawab keresahan banyak orang (baca: jomblo) sekaligus biar enggak ditodong oleh banyak orang dengan pertanyaan yang sama.

Beberapa point yang akan saya berikan berikut ini sangat penting, jadi baca secara teliti, ikuti jalurnya, jangan kurang satupun. kalau kurang, harus ganti di bulan syawal. Ngomong apa ini

Mantapkan hati, semoga di bulan yang penuh berkah ini, kalian segera mendapatkan apa yang kalia cita-citakan. Aminnnnn...

Check it out. Kita mulai dengan point pertama ya.

1
Pergi ke kantor Imigrasi

Loh kok kantor Imigrasi bang? Apa ngak langsung ke rumah saya aja? ketemu emak bapak, terus tentukan tanggal yang baik. hehehe

Pertanyaan yang super sekali. Ini poin yang sangat penting. So, perhatikan baik-baik. Setelah tiba di Imigrasi, parkir motor kalian dengan seksama (hati-hati, sekarang banya curanmor). Kalo bisa selain kunci stang, kunci roda juga. Agar kalian merasa tenang di kantor imigrasi.

Selanjutnya, baca "bismillah" 3 kali, ambil nomer antrian sambil membawa beberapa benda keramat berikut (Fotocopy KTP, Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran/Surat Nikah/Ijazah Terakhir). Jangan lupa bawa yang asli ya untuk jaga-jaga seandainya ada yang curiga dengan foto kamu di ijazah. Wajah 60 tahun, tapi umur 20 tahun.

Jika penjaga counternya laki-laki, abaikan saja, jika dia perempuan, nikahi dia. eh.. maksudnya tanya "udah punya suami atau belum" ehhh, tambah ngawur. Kalau belum, tetap abaikan juga. hehehe. Kalau udah, titip salam buat keluarganya di rumah.

Singkat cerita, setelah melalui proses panjang yang membosankan, foto kalian diambil, membayar 350.000 rupiah di Bank yang telah ditentukan, lalu pulang kerumah.

Tunggulah selama 3 hari, jangan lupa perbanyak ibadah dan berdoa. tadaaaaaaa,,, PASPORT kalian bisa diambil

Asemmmm, kenapa ngak bilang langsung mau bikin pasport sih bang? muter-muter ah,, blog ini saya bakar ya.
Boleh aja, asal dengan api cinta yang membara,,, tsahhhh

(ini serius) Salah satu cara agar bisa bekerja di Jepang (luar negeri) adalah dengan memiliki pasport. Pasport adalah semacam kunci dari pintu masuk, dan rumahnya adalah luar negeri.

Gue sering geram kepada para mahasiswa yang mengkritik pemerintah dengan demo di jalan, sembari berteriak Amerika Kapitalis. Tapi jika ditanya apa itu kapitalis? mereka juga tak tahu.

Dosen gue (ketika kuliah) pernah bertanya siapa saja yang memiliki pasport? Tak ada yang mengangkat tangan, termasuk gue ketika itu.

Seharusnya mereka malu dengan para TKW/TKI kita. Disaat mahasiswa yang menganggap dirinya agen perubahan ini sibuk bakar ban di jalan yang membuat macet, mbak-mbak yang justru hanya lulusan SD udah berkali-kali naik pesawat ke Arab Saudi, Taiwan, Singapore, hongkong, bahkan Korea.

Dijaman globalisasi ini, memiliki pasport udah setara dengan memiliki KTP. Paport adalah KTP yang berlaku secara Internasional.

Bagaimana mungkin, mahasiswa mengaku sebagai agen perubahan jika mempunyai mindset tak lebih luas dari pekarangan kampusnya.

Bukan begitu bang Fadli zon? auk ahhh gelap...

2
Pergi ke DPR RI di Senayan

loh kok makin ngawur bang?
Dengerin dulu. Sebelum pergi ke luarr negeri, ada baiknya kalian ke kantor DPR dulu. 

Hubungannya apaan bang?

Kalau melihat kasus yang sedang marak-maraknya saat ini, tentang Anggota Dewan yang terhormat meminta fasilitas untuk anaknya yang sedang ke Amerika, rasanya-rasanya tidak lega jika kalian tidak membantu saya melepaskan uneg-uneg.

Cari anggota dewan yang bernawa Fadli Zonk, titip salam dari gue "mundur aja daripada bikin malu anggota DPR yang lain". Kalau dia berkilah itu hanya pelaporan biasa saja bukan minta fasilitas, kalian gigit aja kupingnya sambil berdoa semoga dia kena rabies. Setelah itu kalian akan lebih tenang meninggalkan Indonesia.

3
Pergi ke Tempat wisata paling ramai

Karena gue pernah tinggal di Lombok, gue pergi ke pantai senggigi. Nah kalian sesuaikan dengan tempat tinggal masing-masing.

Sesampai di TKP, pasang mata, pasang telingga dengan baik, perhatikan dengan seksama. Jika pengunjungnya tidak ada, kalian pulang saja, mungkin kalian tinggalnya di bali, orang-orang lagi nyepi.

Kalau ternyata sangat ramai, tapi banyak orang memakai seragam sedang membungkus nasi di warteg ibu-ibu yang sedang ketakuatan. Nah kalian pasti lagi di Banten, orang-orang tadi POL PP "sok suci" merazia warung yang buka saat ramadhan. Jangan lupa minta sedikit buat buka, daripada dihabisin sama orang-orang tadi.

Okey sipppp... hehehe,, udah jangan serius-serius

(kali ini serius)
Karena kalian ingin ke Jepang, sebisa mungkin carilah orang jepang yang sedang liburan. Cara paling jitu baca di sini. Tapi saya malu bang? kalau begitu kubur saja impian kalian untuk kerja di Jepang.

Okey sipp,,, lanjut,,,

Jika dia laki-laki, abaikan saja, jika diperlukan ceburin aja ke laut, hehehe. Sekalian balas dendam akibat ulah nenek buyut mereka jaman penjajahan dulu. Jika dia perempuan, nikahi dia. Jika dia nagak mau, ancam dia. hehehe. Pokoknya sampai mau,

Karena undang-undang mengatur dengan seksama, jika kalian menikah dengan wanita/pria Jepang, kalian boleh masuk ke negara Jepang sesuka hati, termasuk bekerja.

Mari kita berasumsi, perempuan yang kalian nikahi itu adalah anak SACHOU (direktur utama) yang sudah rentah dan dia anak tunggal. Karena tidak ada lelaki dalam silsilah keluarganya, dia memberikan perusahaan mobil miliknya yang beromzet 10 triliun pertahun itu kepada kalian.

Setelah beberapa tahun bekerja, kembalilah ke Indonesia. Beli Freeport dan PT Newmont, lalu keuntungan bersih perusahaan berikan secara gratis kepada masyarakat sekitar tambang. Itu udah jadi hak mereka, sebagai ganti rugi tanah mereka yang rusak karena pertambangan.

Jika kalian mulai rentah dan menjelang ajal, pergilah ke sebuah pulau di daerah timur Indonesia yang bernama pulau Sumbawa. Temui lelaki kece nan gagah bernama Ferry Rempe, berikan dia Ratusan triliun uang untuk membeli pulau kecil nan eksotis di sana bernama Kenawa island.

Titipkan pesan "sumpal ini ke mulut Sekda yang kini menjadi Bupati di wilayah barat", sebagai protes ketidak becusan beliau memanajenen pulau indah itu.

Lalu tinggalkanlah dunia yang fanah ini, semoga masuk surga. Kalau ngak yakin, minta tolong ke anggota FPI, karena konon katanya mereka udah punya kapling tanah di surga berikut bidadarinya. Minta satu, gue yakin ngak akan rugi. iya kan iya kan...

Okey sipppp

4
Pergi ke wastafel

Ini point paling penting dari rangkaian panjang di atas, Cuci muka kalian, karena mimpi kalian semalam sungguh luar biasa. hehehe

The Truth
(kali ini benar-benar serius)
Jika kalian fikir, apa yang kalian cita-citakan akan mudah. Maka kalian pasti sedang bermimpi. Ada perbedaan besar antara pemimpi dan the dreamers, yang satu pakai bahasa Indonesia dan dan yang satu lagi bahasa Inggris kan bang?

Serius woyyyyyy

Kebanyakan orang menganggap mimpi hanyalah bunga tidur, tapi seorang pemimpi sejati, dia bangun dan berusaha mewujudkannya.

Mulailah dengan hal yang paling sederhana. Mimpi besar, pada awalnya adalah hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten. 

BELAJAR BAHASA JEPANG. Tak perlu berfikir terlau muluk-muluk. Belajar saja yang rajin, kuasai dengan benar, sembari tetap memupuk mimpi untuk bisa bekerja di Jepang. Berkumpullah dengan orang-orang yang memiliki cita-cita yang sama.

Lalu lihatlah cara-cara aneh akan terjadi dengan sendirinya. Cara-cara yang tak kita duga  sebelumnya akan datang. Setidaknya itu hal yang saya rasakan.

Tugas kita adalah "menginkan", hal yang tidak bisa kita lakukan diluar batas kemampuan kita adalah tugas Tuhan untuk mewujudkannya.

Super sekali...!!!

END

4 komentar: