Apa kabarmu kawan, kudengar kapalmu sedikit oleng dan hampir karam.
Ah, bagaimana bisa? kau yang kukenal tak seperti itu, tak mudah dijatuhkan.
Aku mengenal dan mulai menyukaimu karena kau adalah seorang pembual. Pembual tak banyak yang menyukai, namun aku merasa ada "nyawa" di dalam bualanmu.
Kau bilang, suatu hari nanti akan melanjutkan studimu ke Australia. Aih kawan, membayangkannya saja aku sampai merinding. Tempat terjauh aku pernah melangkahkan kaki adalah Lombok. Itu masih satu provinsi dimana kita dilahirkan. Dan kau berkata akan pergi ke Australia.
Obrolan tentang impian sering kau ucapkan saat kita duduk berdua di belakang warung Bias, sambil menunggu wanita pujaan hatimu. Yang entah kenapa tak pernah berani kau dekati. (ah, andai wajahku secakep kamu).
Obrolan tentang impian sering kau ucapkan saat kita duduk berdua di belakang warung Bias, sambil menunggu wanita pujaan hatimu. Yang entah kenapa tak pernah berani kau dekati. (ah, andai wajahku secakep kamu).
Kau tahu kawan, ketika aku berkata "jika bisa kita mimpikan, pasti bisa kita wujudkan", aku malu dengan diriku sendiri. Kuliah hampir selesai, bahasa inggris cuma modal "yes" dan "no", kerjaan gak ada, bahkan hidup bingung mau dibawa kemana.
Namun kutunjukkan wajah paling antusias dan semangat yang aku miliki, agar kau percaya bahwa akupun percaya dengan apa yang engkau mimpikan.
Kau tahu, mengapa aku tak mungkin melupakanmu? Kamus pemberianmu telah membawaku melangkah cukup jauh. Ada janji kita di setiap lembarannya yang membuatku enggan menyurutkan langkah.
Aku tak tahu, saat ini harus bersedih atau gembira. Aku tak mampu membeli kamus Bahasa Jepang, dan kau meminjamkannya. Tentu kau tak lupa, kita sepakat bahwa mencuri ilmu tak dihitung dosa. Termasuk meminjam buku dan tak mengembalikannya.
Kau pula yang membujukku untuk mengikuti tes PPAN (Pertukaran Pemuda Antar Negara). Tes yang membuka mataku bahwa aku tak punya apa-apa. Aku miskin segala-galanya.
Aku ingat betul tes waktu itu, kau terhenti di tahap pertama, namun aku berhasil melangkah. Hasil akhir keluar, aku berada pada posisi ke 5 (dari belakang).
Kau bilang "cobalah lain kali".
Lalu dengan cara yang aneh, memulai belajar segalanya dari NOL. Aku berhasil menjejaki negara Tirai Bambu. Menjadi bagian dari 100 pemuda Indonesia pilihan dalam Program Indonesia China Youth Exchange Program.
Aneh sekali... Anak kampung di Tembok Besar Cina.
Aku bukan tak ingat dengan impian kita untuk menjejakkan kaki di Australia. Izinkan aku memulai dengan cara berbeda, menjadi kuli di Jepang. Suatu saat nanti, yakinlah, dengan cara yang aneh kita ke sana.
Kawan, beberapa saat yang lalu kedengar orang yang kau cintai akan menikah dengan orang lain. Aih, mendengarnya aku merinding. Aku tahu betul, besarnya cintamu mengalahkan besarnya hutang kita di warung Bias. hehe
Kau bilang kau bisa ihlas, tapi tetap tak akan bisa berdamai dengan dirimu sendiri.
Adooooo sanak e.
Ada yang bilang, lelaki Sumbawa tercipta dari CINTA (ngarang). Urusan putus cinta adalah urusan yang rumit. Tapi kita liat seperti tembaga. Itu loh produk utama PT Newmont. Karena itulah kita tak mudah menyerah.
Putus cinta itu biasa, tapi patah hati adalah pilihan.
Semoga pilihanmu tepat.
Namun kutunjukkan wajah paling antusias dan semangat yang aku miliki, agar kau percaya bahwa akupun percaya dengan apa yang engkau mimpikan.
Kau tahu, mengapa aku tak mungkin melupakanmu? Kamus pemberianmu telah membawaku melangkah cukup jauh. Ada janji kita di setiap lembarannya yang membuatku enggan menyurutkan langkah.
Aku tak tahu, saat ini harus bersedih atau gembira. Aku tak mampu membeli kamus Bahasa Jepang, dan kau meminjamkannya. Tentu kau tak lupa, kita sepakat bahwa mencuri ilmu tak dihitung dosa. Termasuk meminjam buku dan tak mengembalikannya.
Kau pula yang membujukku untuk mengikuti tes PPAN (Pertukaran Pemuda Antar Negara). Tes yang membuka mataku bahwa aku tak punya apa-apa. Aku miskin segala-galanya.
Aku ingat betul tes waktu itu, kau terhenti di tahap pertama, namun aku berhasil melangkah. Hasil akhir keluar, aku berada pada posisi ke 5 (dari belakang).
Kau bilang "cobalah lain kali".
Lalu dengan cara yang aneh, memulai belajar segalanya dari NOL. Aku berhasil menjejaki negara Tirai Bambu. Menjadi bagian dari 100 pemuda Indonesia pilihan dalam Program Indonesia China Youth Exchange Program.
Aneh sekali... Anak kampung di Tembok Besar Cina.
Aku bukan tak ingat dengan impian kita untuk menjejakkan kaki di Australia. Izinkan aku memulai dengan cara berbeda, menjadi kuli di Jepang. Suatu saat nanti, yakinlah, dengan cara yang aneh kita ke sana.
*****
Kawan, beberapa saat yang lalu kedengar orang yang kau cintai akan menikah dengan orang lain. Aih, mendengarnya aku merinding. Aku tahu betul, besarnya cintamu mengalahkan besarnya hutang kita di warung Bias. hehe
Kau bilang kau bisa ihlas, tapi tetap tak akan bisa berdamai dengan dirimu sendiri.
Adooooo sanak e.
Ada yang bilang, lelaki Sumbawa tercipta dari CINTA (ngarang). Urusan putus cinta adalah urusan yang rumit. Tapi kita liat seperti tembaga. Itu loh produk utama PT Newmont. Karena itulah kita tak mudah menyerah.
Putus cinta itu biasa, tapi patah hati adalah pilihan.
Semoga pilihanmu tepat.
| sorry, kamusnya dekil banget ya... hehhehe |


ikhlaskan semua yang telah pergi :) berani main cinta maka harus berani patah hati hehehe
BalasHapusEcieeecieeeee... Pengalaman bgt kayaknya, pasti hatinya penuh dngan tambalan...
HapusHehe
Kasian juga bro "-" sedih bacanya, semoga temannya udah sukses sekarang
BalasHapusAminnnn, biasanya doa jomblo yang teraniaya sangat mustajab, doakan terus ya bro
Hapus